Honda BeAT 2012

Pilihan Warna dan Striping Baru.

Memanfaatkan Jejaring Sosial Untuk Karir

Kini jejaring sosial tak lagi hanya sebagai media eksistensi pribadi, tetapi juga tempat berbagi informasi dan kebutuhan, termasuk kebutuhan akan pekerjaan.

Berkendara Aman di Musim Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin.Waspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga.

Cari Kerja Mudah dengan Internet

Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan.

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi

Dengan manfaatkan part-part variasi. Solusi bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna.

Showing posts with label motor. Show all posts
Showing posts with label motor. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

Twintrax, Motor dengan 2 Mesin HD


Motor super bertajuk Twintrax ini memang bukan barang baru, sebelumnya sudah diperkenalkan beberapa tahun silam oleh sang builder Christoph Madaus. Namun, meski begitu ide gilanya ini cukup menyita perhatian untuk diulas.

Pasalnya, motor ini menggunakan dua buah mesin aftermarket Harley-Davidson dari S&S Evolution. Totalnya kubikasi mesinnya sekitar 2.680 cc atau 1.340 x 2 sehingga power yang dimuntahkan berkisar di angka 160 hp.

Engine
Engine: 2x Harley-Davidson/ S&S Evolution engines
Displacement: 2x 1340ccm (2x 80 cui)
Camshaft: Crane Fire ball
Carburator: 2x H-D CV
Air cleaner: Twintrax/ K&N
Ignition: 2x Crane HI 4 Dual fire
Exhaust manifold: 4 in 1 TWINTRAX
Muffler: Supertrapp EAR external disk system with TWINTRAX deflectors
Horsepower: 2 x 80 hp

Walau motor ini menggunakan dua buah mesin, tapi sistem penggerak ke roda belakang tetap menggunakan satu unit gearbox dengan transmisi 5 percepatan. Untuk menghubungkan output dari kedua mesin digunakanlah sebuah belt dan belt yang lain menuju gearbox transmisi.

Power train
Transmission: 5-speed H-D with Andrew gears
Primedrive: Twintrax beltdrive with 2 belts (engine 1 to engine 2, width 50mm engine 2 to clutch shell, width 85mm) and dry clutch
Secondary transmission: O-ring rear chain
Karena menggendong dua buah mesin pula, sudah pasti panjang motor ini jadi melar menjadi 2.710 mm dengan wheelbase 2.060 mm, kebayang kan seperti apa rasanya mengemudikan motor ini di tengah kemacetan, tentu akan terasa sulit selap-selip dan pegal.

Frame
Frame: TWINTRAX, CAD construction, WIG welded
Rake: 63 degree
Frontend: White Power Upside Down Fork
Rear shocks: White Power special konfiguration
Rear wheel: 200/70 B15 Metzeler ME880
Front wheel: 130/70 B18 Metzeler ME880
Brake
Calipers: 3x6 piston Billet calipers
Disks: Performance machine rotors, Front 2x13in Full Floater, Rear 11.5in Full Floater

Dimensions
Wheelbase: 2060mm (81.1 in)
Length over all: 2710mm (106.7 in)
Height over all: 990 mm (39 in)
Rake: 63 degree
Weight: 400kg ( 881.84 lbs)
Gas tank: TWINTRAX, Aluminium, 14 Liter (3.7 gal)
Engine oil tank: TWINTRAX, Aluminium, 4 Liter (1.06 gal)

Apalagi posisi berkendaranya dibuat rebah layaknya drag bike. Posisi kaki sampai harus rebah ke belakang. Makin merepotkan lagi, bobotnya jadi lebih berat yaitu mencapai 400 kilogram.
Anda berminat memiliki dan mengendarai Twintrax, Motor dengan 2 Mesin HD ini ?

motorplus-online

Tuesday, May 1, 2012

Komparasi Karburator KW Sampai Sudco


Bagi pencinta modifikasi motor, setelah boreup kapasitas mesin maka pilihan mengganti karburator berventuri besar menjadi satu keharusan demi menyuplai kebutuhan mesin akan campuran bahan bakar dan udara yang tepat.

Saat ini karburator Keihin PE 28 kian laris bak kacang goreng. Dari mulai versi asli yang berharga mahal sampai imitasi alias KW pun banyak peminatnya. Bahkan yang KW pun banyak pilihannya.

Versi mahal seperti keluaran Sudco dibanderol Rp 1,4 juta. Sedangkan versi KW atau abal-abal hanya Rp 300 ribu. Bikin penasaran, apakah perbedaan terhadap performa motor cukup jauh? Untuk membuktikan itu, pinjam karbu Keihin Sudco 28 dan PE Thailand dari MC Racing. Satu lagi PE abal-abal dari toko lain. Maklum MC Racing tidak jual yang palsu.

Pengujian menggunakan Dynojet 250i milik Aero Speed di Jl. H. Nawi No. 74, Jakarta Selatan, telp. (021)7201190. Motor yang digunakan Yamaha Mio 150 cc spek matic race dengan klep 29/24 mm. CDI BRT busi Denso Iridium dan bensin Pertamax. Yuk diuji...

PE ABAL-ABAL
Karburator PE 28 KW ini memang mirip dengan versi Thailand. Warna bodi karbu abu tua dan tutupnya abu muda. Namun terlihat kurang halus dalam pengerjaan.

Ciri mencolok dari luar, tutup mangkuk karbu ada lubang untuk lewat slang napas. Spuyer tanpa ukuran dan jarum skep gendut. Skepnya mudah baret.

Dalam pengujian menggunakan pilot 45 dan main-jet 120. Dari rpm bawah memang normal. Namun begitu sampai 10.000 rpm, mesin tidak mau ditarik lagi. Bisa jadi karena suplai bensin kurang lantaran jarum yang terlalu gendut. Semburan bensinnya kurang.

Grafik power serta torsi juga berada paling bawah. Artinya akselerasi di bawah PE Thailand dan Sudco.

PE THAILAND
Keihin PE 28 versi Thailand cirinya bodi karbu abu tua dan tutup skep abu muda. Jarum skep sedikit lebih kurus dibanding PE aba-abal. Di pasaran kini langka. Dulunya dijual Rp 500 ribu, kini bisa 850 ribu.

Ukuran pilot-jet, bawaan karbu 42. Sedangkan main-jet 152. Untuk pengujian, sesuai kemauan mesin berdasarkan uji AFR (Air Fuel Ratio) di dinotes, pilot-jet dipasang 45 dan main-jet 120.

Dari grafik power dan torsi terlihat garis merah. Dari putaran bawah sampai 9.000 rpm garisnya berada di tengah atau di atas karbu palsu.

Akselerasi lebih mantap dibanding karbu KW. Dipastikan akan meninggalkan jauh versi KW. Apalagi versi KW di atasnya tidak bisa jalan.

Grafik hasil pengujian. Garis biru PE KW, merah PE Thailand dan hijau PE Sudco

PE SUDCO
Keihin PE 28 Sudco bisa dikatakan racing banget dari tipe PE lainnya. “Dari brosur yang tertera di kardusnya tertulis off road use only,” jelas Miekeel, bos MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakarta Barat. Telepon (021) 62202361.

Cirinya berbeda dari Keihin Thailand atau KW. Di bodi karbu tertera tulisan Keihin yang besar. Tuas cuke menggunakan sistem tarik. Jarum skepnya paling kurus jika dibanding yang lain.

Di mangkuk karbu juga terdapat lubang untuk lewatnya slang napas. Perbedaan lain bodi karbu yang lebih terang dan tutupnya abu tua. Tuas untuk setelan langsam hitam dan lebih kecil.

Perbedaan mencolok di spuyer. Main-jet lebih panjang dibanding PE Thailand atau PE abal-abal. Sedangkan pilot-jet sama saja. Untuk penggantian spuyer tidak perlu bongkar mangkuk karbu. Cukup lepas tutup mangkuk pakai kunci 17.

Untuk keperluan pengujian, sesuai permintaan mesin, pilot-jet dipasangi 45 dan main-jet 120. Dari hasil running di dinotes, terlihat grafik warna hijau. Grafiknya paling atas.

Menandakan paling bagus dibanding yang lain. Dari putaran bawah sampai rpm 10.000 paling bagus. Mantap untuk akselerasi. Sesuai spek yang terlihat di brosur. Karakternya sesuai motor off road yang mementingkan power dan torsi di putaran bawah.

motorplus-online.com

Semoga bermanfaat

Thursday, April 19, 2012

Merayakan 40 Tahun Kawasaki Z Series


Kawasaki Z1
Di kota Tokyo, Kawasaki merayakan 40 tahun perjalanan varian Z series. Karier Z series dimulai dengan varian Z1 sebagai sepeda motor sport empat langkah dengan multi silinder.

Kawasaki Z1 pertama kali dilansir pada ajang IFMA Motorcycle Show 1972 di Cologne. Z1 langsung menjadi ikon baru sepeda motor empat silinder dengan empat stroke dan mesin berkapasitas 903cc serta empat pipa knalpot.

Kawasaki Z1 dirancang oleh desainer Kawasaki Gyoichi 'Ben' Inamura dengan didampingi oleh tim ahli mesin KHI sejak akhir 1960 sampai dengan dekade 70-an

Iklan Kawasaki pada saat itu menyatakan, Z1 diciptakan untuk pengendara ahli yang ingin naik sepeda motor bertenaga lebih besar dan lebih kuat. Mesin Z1 diuji dengan menembus kecepatan 132mph atau 212 km/jam. Versi Yoshimura mampu mencapai kecepatan 170mph atau 280 km/jam saat diuji di Daytona.

Akhirnya, Z1 menjadi basis Kawasaki dalam menelurkan banyak model Kawasaki, termasuk model saat ini Z750R dan Streetbike Kawasaki Z1000 yang diambil dari garis darah Z.

Perayaan 40 tahun Kawasaki Z1, pabrikan asal Jepang ini, merencanakan berbagai kegiatan selama 2012.

okezone

Semoga bermanfaat

Thursday, April 5, 2012

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi


Harga BBM memang belum pasti naik, namun pemilik motor harus sedia payung sebelum hujan. Karena BBM naik harga atau tidak, bikers tetap terus mengaspal untuk melakukan aktifitas.

Namun demi isi dompet gak
melompong, suplai bensin jangan sampai dikebiri. Karena bisa mengaakibatkan makin pendeknya umur komponen mesin. Lalu gimana solusinya bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna. Caranya ialah dengan manfaatkan part-part variasi.

Kem Gendut Faito

Bikin irit BBM juga bisa pakai kem (camshaft) variasi. Jadi, jangan kira semua kem variasi bikin boros bensin. Contoh kem Faito yang pernah dicoba Nurfaizin.

“Faito mengeluarkan 2 tipe kem, yaitu Evo4 dan Turbo. Nah, buat
bikers yang ingin performa mesin motor tetap oke dan irit bensin, silakan pakai yang tipe Turbo,” ujar mekanik yang praktik di Jl. Bekasi Timur Raya, Km. 18, No. 20, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Bisa bikin irit karena bentuk pinggul kem lebih gemuk. Sehingga meskipun klep disetel alus (0,05 mm) masih bisa dan rpm-nya pun cepat naik.

CDI Cheetah Power

BBM untuk motor ada beberapa pilihan. Untuk produk lokal ada Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Memiliki angka oktan berbeda. Agar oktan sesuai perbandingan kompresi dan timing pengapian, butuh CDI yang bisa diseting derajat serta kurva pengapiannya.

Selain merek BRT atau Rextor ada juga Chetah Power. Tipe tertentu ada yang bisa diprogram. “Mengikuti spek motor. Timing pengapian bisa diatur agar pas,” ucap Nurfaizin mekanik Brian Motor.

Timing pengapian yang pas, membuat ledakan besar. Power yang dihasilkan lebih gede dan hemat bahan-bakar.

Pakai Kombinasi Roller Variasi

Sering lewat jalur macet yang butuh akselarasi cepat, apalagi ganti ring dan velg roda depan–belakang lebih besar, bikin beban putar makin berat. Maka meracik ulang komponen di
jeroan CVT matic perlu dilakukan.

Agar tetap enak dipakai harian dan penggunaan dalam kota, cukup dengan melakukan penggantian bobot roller lebih ringan. Sesuai prinsip kerja roller, semakin ringan bobotnya, akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face dan face comp pada drive pulley yang bisa menekan belt ke posisi atas.

“Efeknya, akselerasi makin responsif. Namun agar belt dapat tertekan hingga maksimal, juga butuh berat roller yang ideal. Cuma untuk berat roller, ada dua konsep umum yang bisa dilakukan jika aplikasi roller standar, yaitu aplikasi roller berat seragam atau kombinasi,” timpal Joko, mekanik Sinergi Motor, Jl. M. Yusuf Raya, Depok, Bogor.

Untuk pilihan merek roller, Joko menegaskan banyak produk buat pemakai skubek sesuai tipe dan merek motornya. Namun agar lebih fokus, pastikan penggantian bobot roller terutama yang kombinasi mesti tepat.

Kalau mau lebih responsif lagi, bisa menggunakan per CVT yang lebih keras. Akselerasi lebih cepat dan otomatis menghemat konsumsi BBM.

Semoga bermanfaat

Tuesday, March 20, 2012

Tips Berkendara Aman di Musim Hujan


Setiap jalan memiliki kualitas yang bervariasi. Ada jalan yang mulus, bergelombang, bahkan berlubang-lubang. Jika kondisi cerah, tentu mudah mengawasi jalan yang berlubang. Tapi bagaimana jika hujan lebat yang disertai angin kencang? Buat bikers, kondisi ini benar-benar layak diwaspadai.

Jika hujan tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin. Di sini rider harus mewaspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga. Berikut beberapa poin penting yang wajib diwaspadai terkait musim hujan.

ANGIN KENCANG

Hujan disertai angin kencang tidak saja bikin handling berkendara sulit. "Tapi juga berbahaya jika ada pohon atau baliho yang rubuh."


Untuk itu, penggunaan safety gear perlu diperhatikan. "jangan pakai jas hujan ponco. Ketika angin kencang jasnya pada terbang ini membahayahan. Begitu juga penggunaan beberapa peranti seperti windshield berukuran besar. Tabokan angin ke peranti ini bikin motor mudah oleng."

JAGA BATAS KECEPATAN

Cuaca panas tiba-tiba hujan. Jika mendapati aspal basah apalagi bergelombang, rider dianjurkan tak melewati batas kecepatan 80 km/jam.

Khusus skubek berdiameter velg lebih kecil, handling dan kecepatan harus lebih diwaspadai. Di beberapa bagian, jalan beton mememerlukan kehati-hatian ekstra karena sangat licin.

Tips paling mudah adalah mengurangi tekanan ban sekitar 4 psi depan-belakang dari normal, 24 psi. Apapun jenis bannya, pastikan alur ban tak kurang dari 2 mm. Kurang dari itu air tak mampu dipompa keluar hingga ban tidak lengket di jalan hingga akhirnya jadi gampang terpeleset.

Tak cuma itu,
rider wajib lebih mengutamakan engine brake ketimbang kepakeman mengerem. Pindahkan gigi tinggi ke rendah secara perlahan dengan gas halus untuk menghindari roda mengunci.

Sebaliknya saat akselerasi, ikutin tips
peturing, urut gas lembut agar ban belakang tidak gampang sliding. Sekadar bagi pengalaman, saat macet dan jalan basah berlumpur, sebaiknya pilihlah jalan bekas lintasan truk atau mobil. Logikanya, areal ini lebih minim genangan dan lumpur hingga roda motor bisa mencengkram lebih baik.

TEKNIK BERKENDARA

Bedakan teknik pengereman jalan basah dan kering. Untuk kering, dominan roda depan. Sedang basah bagi secara merata depan-belakang dengan teknik set up and squeeze. Maksudnya tekan dan lepas rem secara bertahap. Istilahnya dikocok.

Demi kesempuraan handling saat hujan, bikers harus menguasai riding position yang benar. "Inilah yang paling dasar, sebelum paham cara ngerem, manuver dan lainnya, rider perlu paham betul RP yang benar."


Posisi riding ideal mengharuskan rider duduk mendekati tegak, pegangan kuat tapi fleksibel dengan siku menekuk. "Ini berhubungan langsung dengan tingkat refleks plus ketahanannya dalam mengemudikan motor."

ANTISIPASI MOTOR

Selain rider, langkah preventif juga patut diaplikasikan di motor dan perlengkapan mengendara. Misalnya, soal kelistrikan. Hujan membuat soket-soket basah kuyup. Bukan nya tidak mungkin, rider tiba-tiba kesetrum, kaget, hilang kendali. Berbahaya bukan!

Apalagi motor mogok. Agar tak terjadi, jangan malas untuk merawat motor dan memeriksa kabel bodi. Siapkan
sealent. Harganya sekitar Rp.5.000,- s/d Rp.10.000,-.

Untuk motor jenis sport, tangki di
back-bone dicopot dulu. Yang wajib dilindungi sealant semua kabel dan soket yang berarus positif semisal soket besar membagi arus listrik dari sepul untuk pengapian dan pengisian. 


Jangan lupa soket CDI, regulator dan relai lampu sein. Khusus CDI pastikan tutup kabel penyambung arus dari CDI ke koil terhindar dari air. Sekalian sambungan kabel busi dan kepala busi jika dirasa perlu.

Penting juga untuk membawa
cairan pembantu seperti WD 40 dan lap kering. Kalau tutup busi basah, tingal semprotkan cairan itu dan lap hingga kering. Juga penutup sekring aki dan relai starter listrik yang rawan dan anti terhadap air.


Semoga bermanfaat dan Keep Safety Riding


Wednesday, March 14, 2012

Ganti Cakram Depan Lebih Pakem

Saat ini marak beredar penjual aksesoris motor yang menjajakan disk (cakram) aftermarket berdiameter lebar baik bertipe rigid, semi floating maupun yang full floating. Memang sebuah keuntungan bagi user yang doyan mempercantik tampilan dan performa tunggangan kita. Disamping terlihat lebih gahar dan berisi dengan cakram lebar, juga membuat daya pengereman lebih maksimal dan smooth disegala kondisi.

Lho, kenapa begitu?
Mari kita simak ulasannya. 


Kenapa disk lebar lebih pakem ketimbang disk berdiameter mungil?

Karena disk yang digunakan untuk melakukan pengereman setelahnya menjadi panas, bahkan bisa overheat. kalau terjadi overheat, pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan bisa tidak mengerem (loss).

Secara logika, semakin panas disknya semakin berkurang daya pengeremannya. Itulah kenapa disk berdiameter besar lebih pakem, karena lebih banyak dan besar area dingin dan tidak cepat panas ketimbang disk berdiameter imut.


Beda disk Non Floating (rigid) dengan disk Semi/Full Floating?

Sekarang banyak disk aftermarket yang berpenampilan palsu seperti disk floating. Sekilas seh mirip! Yang membedakan adalah pada disk floating bagian yang kena kampas rem dan bagian yang nempel ke teromol terpisah dan disk semi/full floating ini juga punya kemampuan khusus. makanya beda harga terpaut jauh antara disk non floating dengan disk floating asli.

Disk original Honda BeAT (non floating): 


Disk floating tiruan: 


Spoiler for disk full floating: 


Efektifkah penggantian disk original ke disk Full Floating?

Biasanya, disk semi/full floating hanya dipakai di arena balap motor ataupun motor gede (moge) karena kemampuannya sangat bagus dalam pengereman, terutama jika ditandem dengan kaliper radial.

Kaliper radial (kaliper racing/ex. moge) adalah kaliper yang posisinya diam, gak ada jarak gerak. gak seperti kaliper original yang bisa bergerak bebas mengikuti tekanan piston. Karena biasanya kaliper radial pistonnya menekan dari dua arah, dari luar dan dalam. Jadi disk benar-benar di jepit (oleh minimal 2 piston berseberangan 1 di luar, 1 di dalam) dan cakram full floatinglah yang bergerak menyesuaikan tekanan permukaan kampas rem.
Kalau kaliper biasa, hanya menekan dari luar, jadi saat ada tekanan dari piston, kaliper bisa bergerak untuk menyesuaikan tekanan dari piston terhadap permukaan disk yang rigid.
Jadi memang lebih tepatnya kalo kaliper biasa tandemnya adalah disk non floating. sedangkan kaliper radial pasangannya adalah disk semi/full floating.

Kenapa bisa begitu ?

Gampangnya adalah kaliper radial yang posisinya diam, dan cakram full floating yang bergerak menyesuaikan tekanan. Sedangkan kaliper biasa yang posisinya bergerak, dan cakram non floating yang diam untuk menyesuaikan tekanan.

Perbedaan kaliper biasa dan radial: 

So, daripada mubazir beli disk Full Floating mending lebihnya buat beli Selang Rem Racing

Lho kenapa harus racing???

Karena selang rem original yang bahannya terbuat dari material karet dibuat mengembang untuk menghindari lock braking. Sedangkan selang rem racing identik dengan wujud mungil terbungkus pilinan kawat baja. semakin mungil selang tersebut semakin cepet pula dorongan minyak rem dari master ke kaliper akibatnya handel ditarik sedikit langsung kerasa cangkeramannya. Lebih pakem kan??

Selang rem racing: 

Semoga Info Ini Bermanfaat