Honda BeAT 2012

Pilihan Warna dan Striping Baru.

Memanfaatkan Jejaring Sosial Untuk Karir

Kini jejaring sosial tak lagi hanya sebagai media eksistensi pribadi, tetapi juga tempat berbagi informasi dan kebutuhan, termasuk kebutuhan akan pekerjaan.

Berkendara Aman di Musim Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin.Waspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga.

Cari Kerja Mudah dengan Internet

Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan.

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi

Dengan manfaatkan part-part variasi. Solusi bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna.

Showing posts with label tips otomotif. Show all posts
Showing posts with label tips otomotif. Show all posts

Thursday, May 31, 2012

Tips on Replacing your Wheels and Tires


Many people are very particular when it comes to their vehicles. They fuss about the way these look, what kind of model and type, or how fast these are. They are also particular when it comes to the wheels and tires as these provide support to the entire vehicle. The tire keeps the wheel as close as possible to the ground, providing a flexible cushion to absorb shock.

Wheels are one of the most important parts of your car. Without it you're basically stuck with a huge piece of metal that's immobile—unless you want to do the Fred Flintstone method. After driving around for years, the tires of your wheels will most likely experience some deterioration. Now, how exactly would you know whether it's time to retire your tires or wheels and completely replace them?

If you constantly find yourself filling your tires with air, then common sense dictates that maybe it's about time you have it checked. You may need to have your tires replaced if not the wheels themselves. Using a tread gauge is an accurate way for you to see how much wear and tear your tires have incurred.

You should also consider how long you have been using the tires. If you've been using the same tires for the past ten years, many experts would advise you to replace them. Wheels don't really have the same problem as tires because they don't really wear out unless damaged beyond repair. One of the reasons why many people go to a automotive shop and have them replaced is mostly to improve the aesthetics of their vehicles.

Another reason for purchasing replacement automotive shops is to improve the performance of your car. Using a wheel with a big diameter and a tire with a low profile will retain the tire's diameter. Likewise by using a tire with a short sidewall steering response increases and improves lateral stability.

It's not entirely costly to take good care of your car even when it comes to replacing your wheels, which is optional for the most part. Maintaining tires and wheels will help your car retain both its aesthetics and performance for years to come.

Hopefully useful.

Wednesday, May 23, 2012

Tes Gap Busi, Mantep Rapet Atau Renggang?


Gap busi bukan harga mati. Meski pabrikan sudah mematok kerenggangan antara ground dan elektroda busi di angka kisaran 0,9 mm, toh angka rapet atau renggangnya gap busi ini masih bisa dikutak-katik sesuai selera dan geografis kita tinggal. Mau dibikin rapet atau malah renggang. Asal masih dalam batas toleransi pabrik. Lalu, bagaimana jika terlalu rapet, atau malah terlalu renggang? Hmm...

Kerapatan yang dianjurkan pabrikan mulai 0,7 mm hingga 1 mm. You knowlah. Bahwa kerenggangan busi, mempengaruhi power yang dihasilkan mesin. Kan setiap berubah kerenggangannnya, berubah pula kondisi api yang dihasilkan. Materi ini sudah diajarkan di SMK. Jadi, gak usah bahas di sini.

Paling sip, kita akan menguji, berapa power yang dihasilkan kala kerenggangan busi kita ubah. Mulai gap paling sempit, standar pabrik hingga paling lebar. Karakter kerenggangan atau gap busi akan menentukan karakter mesin. Power mesin berada di putaran bawah, tengah, atas atau malah ga bisa menyala.

Sebagai ‘kelinci’ percobaan, uji busi standar di Minerva 150 S keluaran 2012. Masih kinyis-kinyis dan perawan alias belum diobok-obok tangan jail mekanik. Pengetesan menggunakan Dynotest tipe 250i milik Aerospeed yang stay di Jl. H. Nawi Raya No. 74, Jakarta Selatan. Telepon (021) 7201190. Kamsia, ya Bos.


STANDAR PABRIK
Pengetesan diawali dengan gap busi standar referensi pabrikan. Dengan gap 0,9 mm power bisa mencapai 14,45 HP dan torsi 7, 20 ft.lb. Ini kemampuan maximal yang diberikan busi ketika diseting kerenggangan di 0,9 mm.

Grafik AFR (Air Fuel Ratio) dilihat memang dibikin econo power. Econo power adalah power maksimal yang didapat dengan perbandingan grafik AFR yang paling bagus. Antara 13 : 1 sampai 14 : 1. Dimaksudkan agar mesin awet dan bisa irit bahan bakar.

PALING SEMPIT
Dari beberapa ukuran yang kami coba 0,1 mm adalah gap minimal antara anoda dan ground busi. Saat motor distarter, sudah terlihat gejala abnormal. Mesin tidak bisa idle alias ndut-ndutan. Kadang idup, tapi lebih sering mati. Untung gak sampe dikubur.

Saat di dino, grafik menunjukkan power bawah mesin naik-turun, tepatnya mulai rpm 6.900. Power mesin pun terkorupsi sekitar 0,10 HP. Dari grafik pengetesan juga terlihat, konsumsi bahan bakar lebih boros. Udah lemot, boros pula. Rugi dua kali.

RENGGANG
Gap paling ngangkang, kami memilih 1,5 mm. Bisa dibilang cukup reggang dibanding standar pabrik yang hanya 0,9 mm. Angka 1,5 mm berarti 0,6 mm lebih renggang dibanding standar.

Diluar dugaan, motor bisa idle alias langsam. Dan anehnya lagi, power tidak terkorupsi, sebaliknya naik menjadi 10,63 HP dan torsi 7,29 ft.lbs.

Bisa jadi angka power bisa naik karena api busi yang dihasilkan lebih besar. Namun harus ditunjang sistem pengapian yang kuat. Misalnya koil harus punya tegangan cukup tinggi. Kebetulan dalam pengujian menggunakan motor baru. Jadi semua komponen pengapian masih fit.

Tapi, di grafik AFR, kerenggangan 1,5 mm menunjukan motor lebih haus bahan bakar dibanding 2 tes sebelumnya. Bisa dilihat di grafik AFR yang menurun sejak gasingan awal, pertanda motor terlalu kaya bahan bakar.

Nah, sekarang sudah bisa menentukan sendiri kan, mau pilih gap busi rapet atau renggang?.

motorplus.otomotifnet

Semoga bermanfaat.

Thursday, April 19, 2012

Merayakan 40 Tahun Kawasaki Z Series


Kawasaki Z1
Di kota Tokyo, Kawasaki merayakan 40 tahun perjalanan varian Z series. Karier Z series dimulai dengan varian Z1 sebagai sepeda motor sport empat langkah dengan multi silinder.

Kawasaki Z1 pertama kali dilansir pada ajang IFMA Motorcycle Show 1972 di Cologne. Z1 langsung menjadi ikon baru sepeda motor empat silinder dengan empat stroke dan mesin berkapasitas 903cc serta empat pipa knalpot.

Kawasaki Z1 dirancang oleh desainer Kawasaki Gyoichi 'Ben' Inamura dengan didampingi oleh tim ahli mesin KHI sejak akhir 1960 sampai dengan dekade 70-an

Iklan Kawasaki pada saat itu menyatakan, Z1 diciptakan untuk pengendara ahli yang ingin naik sepeda motor bertenaga lebih besar dan lebih kuat. Mesin Z1 diuji dengan menembus kecepatan 132mph atau 212 km/jam. Versi Yoshimura mampu mencapai kecepatan 170mph atau 280 km/jam saat diuji di Daytona.

Akhirnya, Z1 menjadi basis Kawasaki dalam menelurkan banyak model Kawasaki, termasuk model saat ini Z750R dan Streetbike Kawasaki Z1000 yang diambil dari garis darah Z.

Perayaan 40 tahun Kawasaki Z1, pabrikan asal Jepang ini, merencanakan berbagai kegiatan selama 2012.

okezone

Semoga bermanfaat

Solusi Overheat pada Honda Vario Techno PGM-FI 125


Balik lagi di Tips & Trik Artikel Otomotif. :)

Kali ini penulis ingin berbagi pengetahuan tentang banyaknya kasus Overheat yang terjadi pada Motor matic terbaru Honda Vario Techno yang baru saja di launch.

Kebetulan Mas Agus sudah pernah tertimpa kejadian seperti ini, bahkan banyak juga user penunggang Vario Techno ini pun mengalami hal serupa.

Makanya, yuk langsung aja disimak!

“Jujur, Pertama kali mencoba menaiki motor ini terasa sangat mantap”, ujar bro Agus. Dengan body yang sedemikian besar dan kokoh. Untuk mencobanya, Ia menaiki dengan membawa anak dan seorang pembonceng. Dengan beban yang kurang lebih mendekati 200Kg, mengendarai Vario ini terasa nyaman, jalanan yg tidak rata pun dapat dilibas dengan baik.

Namun demikian, ketika perjalanan semakin jauh dan waktu tempuh semakin panjang, tiba tiba indikator overheat menyala. Tentu sangat mengherankan, bagaimana produk yg baru di launching dan baru saja dinaiki tiba tiba indikator overheat menyala?

Mensikapi kejadian ini bro Agus mencoba untuk menghentikan kendaraan dan mendinginkan mesin selama kurang lebih 5 menit. Sambil menunggu, Ia mencoba untuk melihat posisi air radiator pada tabung cadangan dan ternyata masih ada di level aman. Lalu kenapa overheat bisa terjadi?

Setelah didiamkan beberapa saat, motor dinyalakan kembali dan indikator overheat sudah tidak menyala. Solusi ini tentu sifatnya sementara karena sedang ada diperjalanan dengan sedikit peralatan pendukung.

Tentu akan sangat tidak nyaman jika kita berkendara kemudian sebentar sebentar harus berhenti untuk mendinginkan mesin. Apa sebetulnya yang telah terjadi. Meskipun belum sepenuhnya terjawab, setidaknya ada sedikit rangkuman untuk menyelesaikan masalah ini.

Langkah langkah solusi overheat pada Vario Techno PGM-FI 125:
  1. Ketika mesin dalam kondisi dingin, buka baut penutup pada cover radiator (dilepas juga covernya).
  2. Membuka tutup radiator.
  3. Melihat didalam radiator seberapa banyak coolant radiator yang masih ada. Secara bersamaan, akan terjadi aliran coolant radiator yg berasal dari tabung cadangan yg akan masuk kedalam radiator.
  4. Menambahkan coolant radiator pada radiator sampai penuh (gunakan produk yg sama rekomendasi dari AHM.
  5. Menyalakan mesin dengan tidak menutup radiator. Ketika mesin menyala akan terjadi pengurangan pada coolant radiator, tambahkan lagi sehingga penuh. Lakukan hal ini selama 2 atau 3 kali dengan kondisi mesin dinyalakan dan dimatikan.
  6. Setelah coolant radiator penuh, pasang penutup radiator.
  7. Kemudian isi tabung cadangan dengan coolant radiator pada level aman.
  8. Jalankan mesin seperti biasa.
Mohon untuk diperhatikan, Apabila lampu indikator overheat menyala, jangan dipaksakan untuk menjalankan kendaraaan. Kalau hal ini dipaksakan, bisa dipastikan akan terjadi masalah yg lebih parah (mesin akan melenting dll).

Semoga bermanfaat

Tips Berkendara di Berbagai Kondisi Jalan


Beberapa waktu lalu penulis pernah mengangkat artikel otomotif berjudul Tips Berkendara Aman di Musim Hujan. Nah, untuk melengkapinya, saat ini penulis ingin share Tips Berkendara di Berbagai Kondisi Jalan.

Apa saja sih tips & triknya?
Yuk mari disimak.

Jalan Dengan Genangan Air

Saat melewati genangan air, usahakan untuk mengurangi kecepatan karena genangan air membuat traksi ban berkurang. Jika kondisi lalu lintas disekitarnya memungkinkan, usahakan untuk menghindarinya karena kita tidak tahu sedalam apa genangan air tersebut.

Jalan dengan banyak pasir, berlumpur atau banyak daun kering

Jalan seperti ini juga bisa membuat kita kehilangan kontrol kemudi atau ban selip. Cara terbaik memang dengan menghindari, namun jika sudah terlalu dekat akan sangat berbahaya untuk berbelok-belok menghindar. Sebaiknya kurangi kecepatan dan melintas secara perlahan.

Polisi tidur

Saat melewati polisi tidur, kurangi kecepatan dan lewati secara tegak lurus.

Jalan bergelombang atau berbatu – batu

Untuk melewati jalan seperti ini, gunakan gigi rendah dan melintas perlahan dengan hati-hati. Hindari memindah gigi dan berkendara dengan sedikit mengangkat pantat akan lebih memudahkan untuk menyeimbangkan kendaraan.

Melewati lempeng baja

Pada jalan yang sedang ada perbaikan gorong-gorong, kadang kita harus berjalan diatas lempeng baja contoh Perlintasan Kereta Api/Rel, penutup lubang saat perbaikan jalan dll. Jika kondisi basah dan sedikit berlumpur, lempeng baja akan menjadi sangat licin. Melintas dengan perlahan dan hati-hati.

Tumpahan oli

Oli yang tumpah dijalan sangat membahayakan karena dapat menghilangkan traksi ban, kemudi menjadi susah dikontrol. Saat melewati tumpahan oli, usahakan jangan sampai melewati dengan kondisi miring / berbelok. Lebih baik berjalan tegak lurus dan usahakan mengurangi kecepatan.

Kondisi hujan

Jalan yang basah membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh. Jaga jarak lebih panjang agar terhindar dari tabrak belakang. Saat berbelok juga harus dalam kecepatan yang lebih rendah daripada saat kita melewati dalam kondisi kering.

Mungkin beberapa tips & trik diatas dapat mengingatkan kita saat kita berkendara agar dapat berkendara secara aman.

Semoga bermanfaat dan Keep Safety Riding

Wednesday, April 18, 2012

Komparasi Soul GT dan Soul Lama


Hari Sabtu, 7 April lalu Yamaha Indonesia mengajak puluhan jurnalis untuk menjajal produk terbarunya yaitu Soul GT di Sirkuit Gokart, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
wartawan KompasOtomotif berkesempatan menjajal sensasi skutik terbaru Yamaha dengan tagline "Keren, Lincah, Irit" seharga Rp13,9 juta itu.

Komparasi dengan Soul Lama
PT. YMKI menurunkan 14 unit motor Soul GT untuk di uji.
Proses uji coba ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama para wartawan menjajal performa Soul lawas dan yang kedua dengan Soul GT. Dengan cara ini wartawan bisa langsung merasakan perbedaannya. Setiap jurnalis diberikan kesempatan maksimal dua lap mengitari sirkuit kecil Sentul tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat, giliran wartawan KompasOtomotif mengendarai Soul GT. Sebelumnya, sudah diberi kesempatan mencoba Soul lama.

Putar kunci, tekan tuas rem depan dan tekan tombol starter. Mesin langsung menyala, sangat halus karena menggunakan teknologi YMJet-FI bersistem injeksi untuk mengabutkan dan memasuk bensin ke ruang bakar ketimbang Soul lama yang masih menggunakan karburator vakum.

Sebelum masuk ke lintasan sirkuit, lebih dahulu harus bermanuver melewati jejeran kon (kerucut). Soul GT bergerak dengan mudah saat diajak bermanuver, meliuk-liuk di antara kon yang sempit. Tubuh seorang wartawan
KompasOtomotif yang tambun membuat ujung setang beberapa kali menyentuh lutut waktu belok patah.

Lebih halus
Di sirkuit, grip gas langsung diputar mencapai kecepatan 50 kpj pada speedometer. Masuk ke tikungan kanan pertama, Soul GT enak dikendalikan pada kecepatan sedang. "Karena getarannya lebih halus, lebih pede (percaya diri) mengajaknya menikung," ujar Wahyu Sibarani, salah satu jurnalis harian nasional.

Selanjutnya gas dibuka lebih besar. Akselerasi Motor Matic Soul GT ternytata tak terpaut jauh dari model lawas. Namun untuk pengendalian (handling), dirasakan perbedaan cukup besar. Beberapa tikungan tajam dilahap dengan mudah.

Meski cuma mendapat kesempatan 5 menit, disimpulkan, Soul GT unggul untuk performa mesin dan kelincahan. Posisi duduk pengendara juga lebih ergonomis sehingga cocok untuk komuter dengan perjalanan menengah.

Yamaha Soul GT cukup kompetitif dan menjadi alternatif baru, khususnya pria macho!


Thursday, April 5, 2012

How to sell my car


It may happen in our lives when we have to sell our car quick to find urgent money. Unexpected fitness problem, dues, mortgage money are the various type of difficulties can happen and we are in the position where we are not capable to give all this funds. We feel so uncomfortable due to economic problems and you can get attractive fine price immediately through selling our old car. Therefore once you make a plan concerning "how" in that case you can take the help of following fast guidelines.

You should think as a purchaser rather than seller while selling a car. Thus you will make out what you want to see in a car. Be practical at that moment will be incredibly useful. The main thing to carry out here is to approximation our car. Take your car to a nearby garage and enquire about the reliable mechanic to test your car and estimate it else make use of the Kelley's blue book to approximation your car by hand. In this book you can find the problem about the condition of your car. Reply accurately to obtain the right cost of the car.

You should keep a record of the key characteristics of your car i.e. mileage, depreciation of the car and tires & rims condition as well as the number of kilometres run etc. You have to tell all those things to the potential customers of your car. You should not hide the truth from the customers as while test the car himself, they will find out the real worth of the car.

You can give advertisement regarding your car in the local media. The best way to sell car is to give advertisement online. You can find several websites through which you can promote your car for selling. You just have to provide a little amount to some of the online forums. Make certain that you are advertise in the selling and buying division only. This will give you better chance to sell your car. You can opt for auction your car however it is quite a too lengthy procedure and there is no assurance that you will get good price for your car after auction. The single advantage is that you will be capable of announcing the lowest selling amount. Currently online auctioning is available. It is official and is reasonably a quicker process.

The query of how to sell my car is not a hard task. To facilitate it, you have to make a few preparations. This can not be completed quickly. By means of some study and endurance, it is to be expected to find a fine deal.

Hopefully useful

Related tips : Career, Beauty, Health, Vacancies

Friday, March 9, 2012

Tips Memilih Oli Mobil Yang Tepat (Bagian III)


Melanjutkan klasifikasi dari oli mesin mobil yang tepat pada bagian I dan bagian II, maka penulis ingatkan kembali mengenai fungsi, jenis, dan kekentalan oli mobil yang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin.

Kualitas
Kualitas oli mobil disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute).
Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001.
Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk katagori sebelumnya.
Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya.
Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli mobil SH didesain untuk mesin yang lebih lama.

Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark-plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya katagori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai katagori yang tepat karena oli mobil diesel berbeda dengan oli mobil bensin karena karakter diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli Mobil jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli mobil tetap bersih.

Sebagai tambahan, bila oli mobil yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kireja mesin bahkan merusaknya.

a. API mesin bensin
* SM (Current)
Diperkenalkan pada 2004. Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang ada pada saat ini. Oli mobil jenis ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.

* SL (Current)
Diperkenalkan pada 1 Juni 2001.Oli mobil ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit lebih baik. Juga bisa mengkonsumsi oli lebih rendah. Beberapa oli mobil ini juga cocok dengan
spesifikasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

* SJ (Current) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua
* SH (Obsolete): Untuk mesin generasi 1996 atau sebelumnya
* SG (Obselete): Untuk mesin generasi 1993 atau sebelumnya
* SF (Obsolete): Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya

b. API mesin diesel
* CJ-4
Diperkenalkan pada tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain
untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli mobil dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli-oli mobil dengan kategori API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di bawahnya.

* CI-4
Diperkenalkan sejak 5 September 2002. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Oli mobil CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.

* CH-4
Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli mobil CD, CE, CF-4, dan CG-4.

* CG-4
Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.

* CF-4
Diperkenalkan sejak 1990. Untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Bisa dipakai pada oli CD, dan CE.

* CF-2
Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.

* CF
Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin off road, indirect injected dan beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan belerang/sulfur di atas 0.5%. Bisa mengganti pada oli CD.

Kontaminasi
1. Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli mobil.
    Terdapat delapan macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli mobil yakni
   Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli mobil melalui embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli mobil yang tipis kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis.
    Kepulan asam hitam dan kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.
3. Bahan Bakar
4. Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
5. Ethylene gycol (anti beku).
6. Produk-produk belerang/asam.
7. Produk-produk oksidasi Mengakibatkan oli mobil bertambah kental.
    Daya oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk.
8. Produk-produk Nitrasi. Nitrasi nampak pada mesin berbahan bakar gas alam.

Semoga Info Ini Bermanfaat

Tips Memilih Oli Mobil Yang Tepat (Bagian II)

Melanjutkan klasifikasi dari oli mesin mobil yang tepat sebelumnya, maka penulis ingatkan kembali mengenai fungsi dan jenis oli mobil yang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin.

Kekentalan (Viskositas)

Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli mobil yanh paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli mobil atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir.
Kekentalan oli mobil ini langsung berkaitan dengan sejauh mana oli mobil berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam.

Semakin kental oli mobil, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental.Lapisan halus pada oli mobil yang kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi.

Sebaliknya oli mobil yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli mobil pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli mobil harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE).

Bila pada kemasan oli mobil tersebut tertera angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil terbaru punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30.

Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli mobil yang encer.

Tak baik menggunakan oli mobil kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli mobil pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli mobil kental untuk menjaga tekanan oli mobil normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.

Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan.
  1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia
  2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris
  3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia

(bersambung ke Bagian III, habis)

Tips Memilih Oli Mobil Yang Tepat (Bagian I)

Minyak pelumas mesin mobil atau yang lebih dikenal oli mobil memang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin.
Dengan banyaknya klasifikasi dari oli mesin mobil tersebut, maka penulis membagi artikel ini menjadi 3 bagian.

Fungsi
Semua jenis oli mobil pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mobil berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat.Oli mobil mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam
komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli mobil dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan.

Jenis.
a. Oli Mobil Mineral

Oli Mobil Mineral berbahan bakar oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mobil mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli mobil sintetis dikarenakan oli mobil sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mobil mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

b. Oli Mobil Sintetis

Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mobil mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mobil mineral.

Inilah mengapa oli mobil sintetis bisa dicampur dengan oli mobil mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain.
Oli mobil sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli mobil sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mobil mineral.
(bersambung ke Bagian II, dan Bagian III)

Tuesday, February 21, 2012

Tips Agar Lentikan Api Busi Maksimal


"Gap busi sesuai aturan memberikan lentikan api yang maksimal,” tegas Dodi Hardianto, manajer marketing PT Denso Indonesia. Sebab, gap menentukan besaran letikan api. Maka dari itu Haram merapatkan atau meranggangkan jarak antara pusat elektroda dengan massa busi!.

Karena gap disesuaikan karakter mesin, tegas Dodi. Gap membuat listrik di ujung elektroda meletikkan api ke titik massa busi. Kalau direnggangkan dari ketentuan batas pun tak bagus dan sebaliknya, jika dirapatkan maka akan berefek negatif.

Senada Handy Hariko dari PT Astra Honda Motor, letikan api busi maksimal jika gap elektroda dan massa pas. "Jika elektroda menumpul, loncatan apinya tak muncul," jelas Handy.

Menurut Dodi, gap busi antara 0,6-0,8 mm. "Tapi, busi iridium, jaraknya lebih rapat. Sebab elektroda iridium tak butuh voltase tinggi untuk lontarkan api," imbuhnya.

Perubahan gap busi kerap terjadi saat bersihkan elektroda. Bisa karena tergerus, atau karena tertekan. Jika merenggang, usaha listrik di ujung elektroda mencapai massa pun membesar. Alhasil, lontaran api mengecil.

"Terlalu jauh, elektroda tak mampu letikan api ke massa busi. Usaha terlalu berat bikin part lain, semisalnya, koil melemah," jelas Dodi.

Kerapatan, lentikan api terlalu cepat terjadi. "Letikannya kecil, atau tak sempat meletikkan api. Jadi, mesin sulit hidup," imbuh Handy.

Toh diakui, busi yang lemah bisa ‘dikuatkan' dengan merapatkan gap. Jadi, tegangan listrik yang lemah dari elektroda bisa melontarkan api ke massa. Tapi, hasilnya tetap tidak maksimal.

So, ada 2 ciri gap busi tak pas. "Kerapatan, sulit gapai rpm tinggi. Power putaran menengah ke atas lemah," urai Handy. "Jika terlalu renggang, mbrebet di rpm tinggi, bahkan ‘nembak'," tutup Dodi.

Semoga tips diatas dapat membantu dalam merawat kendaraan Anda.


Monday, February 6, 2012

Lamborghini Aventador, Penerus Sportcar Murchielago

Bagi pecinta  supercar di Indonesia, ada kabar gembira dari pabrikan Lamborghini. Sebab pada Senin pekan ini, Lamborghini Jakarta akan meluncurkan produk terbaru mereka Aventador di Jakarta.

Mobil yang mendebut di ajang Geneva Motor Show 2011 silam ini memang ditunggu oleh penggemarnya di seluruh dunia. Pasalnya, Aventador diplot sebagai pengganti varian legendaris Murcielago.

Sosok eksotik Aventador terwakili oleh desain bodi dengan sudut tajam dan kaku. Tak hanya bentuk bodi, lampu-lampu hingga pelek dan kisi udara di bumper depan dan samping pintunya juga bersudut tajam.

Semakin sangar, mesin V12 bervolume 6.5 liter dengan tenaga 700 dk ditanam di ruang mesin pada bagian belakang kokpitnya. Dapur pacu tersebut mampu digeber dari diam ke 100 km/jam dalam 2,9 detik saja.

Spesifikasi Umum :
Displacement :                         6,498 cc (396.5 cu in)
Max. power :                           700 PS (515 kW; 691 bhp) @ 8,250 rpm
Max. torque :                           690 N·m (510 lb·ft) @ 5,500 rpm
CO2 emissions :                       398 g/km
Combined fuel consumption :    17.2 l/100 km (13.5 mpg)

Nah, berapa harga dan spesifikasi detail Aventador di Tanah Air? Sabar dulu ya sampai supercar ini resmi di launching.

Info Lainnya : tips otomotif, lowongan teknik mesin, lowongan pekerjaan

Friday, January 27, 2012

Yamaha Mio Fino, Melengserkan Dominasi Honda Scoopy

Mengambil tagline "Mio Fino, Fashionable Matic", Yamaha menawarkan tiga varian Fino. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion yang dibanderol Rp 13,5 juta. Sedangkan Mio Fino Classic dipasarkan Rp 13,65 juta. Rupanya PT Yamaha Motor Indonesia bergerak cepat di bulan pertama tahun 2012 ini. Setelah meluncurkan Yamaha Jupiter Z White, Yamaha Jupiter MX, Yamaha Byson, dan Yamaha Mio J, kini giliran skutik baru mereka luncurkan yaitu Yamaha Mio Fino.



Ketiga pilihan tema Mio Fino ini, kata Indra, merepresentasikan karakter anak-anak muda dan wanita yang ingin tampil bergaya di atas tunggangan skutik modern dengan warna-warna terang dan ceria. Total, Fino tersedia dalam tujuh pilihan warna yaitu Fashion Cyan, Fashion Pink, Classic Red, Classic Black, Sports Black, Sports Blue dan Sports Red.

Fino untuk pasar Indonesia ini memiliki perbedaan dengan model yang dijual di Thailand. Perbedaan antara lain terletak pada posisi lampu senja dan lampu utama. Posisi lampu senja Fino Indonesia lebih style dengan bingkai (frame) dan aksen warna krom. Lampu utama Fino Indonesia diberikan tudung atau penutup yang bentuknya maju ke depan seperti yang terdapat pada mobil-mobil klasik. Speedometer dan fuel meter Fino Indonesia dipisah agar terlihat unik dan mudah dimodifikasi.

Mesinnya menggunakan mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113 cc. Mesinnya mampu menghasilkan tenaga hingga 8,35 PS di putaran 8.000 rpm dengan torsi puncak mencapai 7,84 Nm di 7.000 rpm. Selain itu, Fino sudah dilengkapi Automatic Headlight On (AHO), fuel meter, speedometer, front pocket, CVT engine dan tail light.

Skutik retro modern ini siap dipasarkan bulan Februari mendatang. "Kita menargetkan penjualan sebanyak 20 ribu unit per bulan," kata Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia.

Di pasar skutik, Fino yang bergaya retro ini akan bersaing dengan Scoopy. Skutik milik Honda itu memiliki mesin dengan kapasitas yang sama dan dibanderol Rp 13,725 juta.

Info terkait : Artikel Otomotif, Lowongan it, lowongan pekerjaan

Thursday, January 26, 2012

Tips Memilih Pelek Yang Tepat

Memilih pelek bukan sekedar model, banyak hal mesti dipertimbangkan, terutama menyangkut keselamatan dan juga kenyamanan. Jamal, pemilik gerai pelek MdM di Fatmawati, Jakarta Selatan memberi jurus dalam memilih pelek yang memang gampang-gampang susah.



Desain
Tidak semua desain pelek cocok dengan karakter mobil.  "Untuk mobil kecil seperti Jazz, Yaris, March paling pas menggunakan model jari-jari atau palang," ujar Jamal. Sedangkan mobil medium atau lebih besar seperti Toyota Altis, Honda Civic atau Mercedes-Benz C-Class cocok dengan tipe monoblock. Bisa juga menggunakan model jari-jari asalkan jaraknya lebih rapat.

Lebar
 Pelek lebar sedang naik daun.Jika ingin menggunakannya, perhitungkan ruang spakbor. Pastikan saat belok masih leluasa alias tidak mentok dinding dalam atau piringan penampang per bagian bawah. Disarankan, mobil kecil, lebar maksimum 7 inci, medium 8 inci dan saloon 10 inci.

Offset
 Posisi pelek harus sejajar dengan bibir fender. Semisal, ukuran standar pabrik 40. Jika ingin posisi lebih ke dalam, maka angkanya harus lebih besar. Sebaliknya, ingin lebih menempel dengan bibir fender, angkanya lebih kecil. Toleransinya tambah atau kurang 2 poin dari standarnya.

Ukuran
Ingat! Penggunaan pelek dengan ukuran lebih besar dari standarnya bisa mengubah beberapa komponen kaki-kaki mobil. Untuk mobil kecil, maksimal diameter pelek 17 inci. Sedan medium maksimal 18 inci dan saloon bisa menggunakan pelek hingga ukuran 20 inci.

Jamal berpesan, ketika tertarik dengan pelek yang diinginkan, sebaiknya coba langsung saat itu. Karena, ada tukang pelek yang tidak mau mencoba takut ada yang lecet.

Sumber

Info Terkait : Artikel Otomotif, Lowongan Mekanik, Lowongan Pekerjaan