Honda BeAT 2012

Pilihan Warna dan Striping Baru.

Memanfaatkan Jejaring Sosial Untuk Karir

Kini jejaring sosial tak lagi hanya sebagai media eksistensi pribadi, tetapi juga tempat berbagi informasi dan kebutuhan, termasuk kebutuhan akan pekerjaan.

Berkendara Aman di Musim Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin.Waspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga.

Cari Kerja Mudah dengan Internet

Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan.

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi

Dengan manfaatkan part-part variasi. Solusi bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna.

Showing posts with label tips sukses. Show all posts
Showing posts with label tips sukses. Show all posts

Thursday, June 7, 2012

Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan


Penunda-nundaan adalah ketika Anda memutuskan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di lain waktu meski Anda memiliki cukup waktu luang di saat ini. Akibatnya, yang dikerjakan saat ini justru hal yang cenderung kurang penting sehingga hal penting yang wajib dikerjakan justru tak pernah terselesaikan. Apa saja cara mengatasi kebiasaan menunda ini? Simak keempat tips ini.

Menyadari dan mengakui
Untuk bisa mengubah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, Anda perlu sepenuhnya sadar dan mengakui bahwa Anda memang suka menunda-nunda pekerjaan. Selain itu, ketahui pula apa faktor yang membuat Anda jadi orang yang suka menunda? Apakah karena jenis tugasnya tidak Anda sukai? Atau karena Anda sulit melepaskan diri dari sifat malas?

Memotivasi diri sendiri
Ciptakan motivasi dengan mengingatkan diri sendiri pada konsekuensi yang akan terjadi bila terlambat menyelesaikan pekerjaan penting tersebut, atau keuntungan jangka panjang yang akan didapat bila berhasil menyelesaikannya tepat waktu. Bila perlu, sediakan juga "hadiah" untuk diri sendiri sebagai penyemangat Anda menyelesaikan tugas tersebut.

Masalah keterbatasan waktu adalah alasan umum yang digunakan orang untuk menunda-nunda pekerjaan. Untuk mengatasinya, belajarlah mengendalikan waktu sendiri agar Anda bisa lebih cerdas menempatkan prioritas dalam menyelesaikan berbagai tugas sehingga tak ada lagi yang tertunda dan terlupakan.

Lebih fokus
Mulai sekarang, cobalah untuk lebih fokus terhadap segala sesuatu yang tengah Anda kerjakan sehingga tidak ada lagi penundaan. Hentikan kebiasaan meninggalkan pekerjaan sebelum Anda benar-benar menyelesaikannya dan beralih ke pekerjaan lain.

3 Kiat Sukses dalam Bursa Kerja


Bursa kerja, alias job fair, kerap dapat Anda temui di banyak kota dengan pilihan perusahaan yang beragam. Bagaimana agar job fair yang dihadiri benar-benar mengantarkan Anda pada pekerjaaan impian? Berikut 3 kiat ampuh meraih kesuksesan lewat job fair.

Memiliki strategi
Job fair yang Anda ikuti diadakan dengan tujuan memudahkan pencari kerja mendapatkan karir yang diinginkannya. Gunakan strategi untuk berpartisipasi secara maksimal. Ketahui perusahaan apa saja yang mengikuti job fair tersebut dan tentukan perusahaan mana yang booth-nya akan Anda hampiri dan berikan lamaran lengkap.

Riset perusahaan partisipan
Sebelum menghadiri bursa kerja, lakukan riset kecil dengan menggali informasi tentang perusahaan-perusahaan peserta bursa kerja dari website atau dari pihak yang dapat dipercaya. Ini berguna untuk persiapan Anda seandainya dilakukan wawancara di lokasi bursa kerja. Kandidat yang mengetahui latar belakang perusahaan akan menarik di mata pewawancara sehingga berpeluang lebih besar untuk lolos ke tahap seleksi selanjutnya.

Bersiap selalu
Meski dalam suasana job fair, perusahaan partisipan berharap para pencari kerja telah bersiap diri saat menghadirinya. Secara fisik, perusahaan mengharapkan kandidat yang melakukan lamaran untuk berpenampilan rapi dan percaya diri. Selain itu, kandidat pun diharapkan memiliki kualitas-kualitas umum karyawan berkualitas, seperti pengalaman berorganisasi dan prestasi akademis yang dapat diketahui dari resume Anda dan dari wawancara di lokasi bursa kerja.

Semoga Kiat Sukses dalam Bursa Kerja diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Wednesday, June 6, 2012

Tingkatkan Kualitas Pribadi di Tengah Persaingan


Di tengah kemajuan teknologi, persaingan kerja menjadi semakin ketat. Keahlian dan gelar yang dimiliki jadi tak berarti banyak karena banyaknya orang yang juga memiliki keahlian dan level pendidikan yang sama. Bagaimana caranya agar bisa bertahan dan tetap menang di tengah persaingan? Ayo mulai tingkatkan kualitas diri Anda dengan 3 tahap berikut ini sekarang!

  1. Tingkatkan perangkat kerja
    Banyak jenis profesi yang membutuhkan perangkat dalam melakukan tugasnya, seperti desainer grafis dengan komputernya, atau seorang fotografer dengan kameranya. Agar tak kalah saing, penting untuk meningkatkan perangkat kerja Anda. Miliki perangkat baru yang sesuai dengan kemajuan teknologi, atau setidaknya ketahui cara penggunaan perangkat tersebut.
  2. Tingkatkan keahlian
    Untuk profesi yang tidak selalu membutuhkan perangkat baru, tingkatkan keahlian dengan pelatihan atau workshop. Pelatihan ini terkadang diberikan gratis dari perusahaan tempat bekerja. Atau, mengenyam pendidikan formal pun pilihan yang baik karena tak hanya akan tingkatkan skill yang memang wajib dimiliki, tapi juga akan meningkatkan level pendidikan dan mempercantik latar belakang pendidikan Anda di resume.
  3. Tingkatkan pengetahuan
    Pengetahuan penting untuk selalu ditingkatkan karena dengan modal inilah Anda dapat mengetahui perkembangan dan kemajuan bidang karir yang dijalani, sehingga dapat menjalankan poin pertama dan kedua. Di zaman serba canggih ini, pengetahuan dan informasi makin mudah didapatkan. Cukup browsing untuk mencari informasi yang dibutuhkan melalui internet, Anda pun akan mendapatkannya dalam waktu singkat.

Semoga bermanfaat.

Monday, May 14, 2012

Menjejak Karir Bagi Para Fresh Graduate


Memasuki dunia kerja adalah tahap baru bagi para lulusan baru (fresh graduate). Setelah beberapa tahun mengenyam pendidikan tinggi, sekaranglah saatnya Anda untuk menjejak karir dan menghadapi persaingan yang sebenarnya. Berikut beberapa tips agar Anda lebih mantap Menjejak Karir Bagi Para Fresh Graduate.

Lakukan penelitian kecil-kecilan
Langkah ini sebenarnya dapat Anda lakukan semasa menjadi mahasiswa. Ketahui informasi tentang beragam perusahaan yang menarik minat Anda dari sumber terpercaya. Segera lakukan lamaran saat perusahaan-perusahaan tersebut membuka lowongan pekerjaan. Dan, sebelum menghadiri wawancara kerja, lakukan penelitian lebih dalam terhadap perusahaan yang memanggil Anda.

Selalu bersiap
Pastikan hari-hari Anda terisi dengan usaha-usaha yang mendekatkan pada pekerjaan impian. Jangan malas berselancar di dunia maya untuk memperluas pengetahuan seputar pertanyaan-pertanyaan umum wawancara kerja, dan siapkan pakaian formal untuk menghadapi panggilan wawancara kerja di saat tak terduga.

Perhatikan kualitas resume
Lihat kembali resume, lalu temukan dan perbaiki kekeliruan yang mungkin masih ada dan membuat perusahaan kerap mengabaikan resume Anda. Selain itu, isi masa-masa kosong dengan kegiatan yang "mempercantik" resume, misalnya kerja paruh waktu (part time), magang, dan kerja sosial (sukarela).

Perkuat jejaring
Dengan adanya jejaring (network) yang baik, jalan Anda menuju pekerjaan impian akan semakin lebar. Bangun komunikasi yang berkelanjutan dengan orang-orang yang memiliki informasi dan link menuju perusahaan dan pekerjaan yang diinginkan agar memudahkan Anda dalam Menjejak Karir Bagi Para Fresh Graduate.

Semoga bermanfaat.

Langkah Menghadapi Tantangan Hidup


Tak ada manusia yang tak pernah menghadapi masalah. Entah itu dalam kehidupan pribadi maupun dalam karir, masalah akan selalu bisa hadir. Meski lari dari masalah tak akan menyelesaikan apapun, tak semua orang mampu menghadapinya. Berikut Langkah Menghadapi Tantangan Hidup yang dapat dilakukan sehari-hari.

Jangan berlebihan
Saat mendapat tantangan (masalah), usahakan untuk menghadapi dengan tenang. Reaksi yang berlebihan akan memicu masalah baru karena dalam keadaan panik seseorang dapat memutuskan sesuatu yang justru akan membahayakan dirinya sendiri.

Menerima kenyataan
Tak seorangpun yang menginginkan masalah. Namun, bukan berarti Anda bisa terus menyangkal kenyataan yang telah terjadi. Terimalah masalah yang Anda miliki sekarang sebagai tantangan dan tetaplah tangguh untuk menghadapinya.

Tidak menyalahkan orang lain
Sepertinya sudah menjadi sifat alami manusia untuk mencari seseorang atau sesuatu untuk disalahkan saat tantangan hidup datang. Cobalah untuk menghilangkan kebiasaan ini dan berintrospeksi atas masalah yang sudah terlanjur terjadi. Daripada sibuk mencari kambing hitam, bertanggungjawablah pada perilaku sendiri dengan mengakui kekeliruan dan berusaha menyelesaikannya.

Berhenti membandingkan diri
Tantangan hidup Anda bisa mengubah segalanya hingga tak lagi sesuai dengan harapan. Namun, tetap saja hidup Anda tak akan pernah bisa dibandingkan dengan orang lain. Bila tak ingin merasa lebih frustrasi, berhentilah membandingkan diri dan berbangga hatilah atas kemampuan Anda bangkit dari tantangan hidup yang sulit.


Semoga bermanfaat.

Wednesday, May 9, 2012

Menjadi “Jutawan” Pengetahuan


Menjadi jutawan harta tentulah hal yang biasa. Namun, terpikirkah Anda untuk Menjadi “Jutawan” Pengetahuan? Tidak seperti harta, pengetahuan adalah kekayaan yang tak berwujud, namun tidak akan habis, dan akan terus bermanfaat. Sehingga, menjadi kaya akan pengetahuan adalah bentuk investasi yang menguntungkan seumur hidup, dan bisa Anda lakukan dengan keempat hal berikut ini.

Memulai sedini mungkin
Seperti juga investasi harta, mendapatkan pengetahuan juga perlu dilakukan sedini mungkin karena pengetahuan yang cukup adalah bekal setiap manusia untuk mengembangkan kualitas dirinya. Semakin cepat Anda menyimpan pengetahuan, semakin besar untung yang dapat dirasakan.

Selalu merasa "haus"
Menjadi kaya akan pengetahuan tak cukup hanya dengan sedikit belajar. Perlu hasrat yang lebih dari itu. Ingatlah ungkapan bijak "di atas angin, ada angin", maka jangan cepat merasa puas dengan pengetahuan yang telah Anda miliki. Teruslah merasa "haus" akan pengetahuan sehingga Anda akan terus belajar dan Menjadi “Jutawan” Pengetahuan.

Terapkan yang telah dipelajari
Investasi harta tak akan terasa keuntungannya tanpa bunga. Begitu pun dalam pengetahuan. "Bunga" dalam investasi pengetahuan yang Anda miliki adalah aplikasi dari pengetahuan tersebut. Terapkan ilmu yang Anda ketahui dalam kehidupan nyata sehingga manfaat dari kekayaan Anda sebagai jutawan pengetahuan akan sangat terasa.

Bersikap konsisten
Seseorang dapat dikatakan jutawan karena bisa terus mempertahankan hartanya dalam waktu yang lama. Tak ubahnya kekayaan dalam bentuk harta, menjadi jutawan pengetahuan membutuhkan konsistensi Anda untuk terus mencari pengetahuan baru dan menerapkannya.

Demikianlah beberapa tips agar Anda menjadi Menjadi “Jutawan” Pengetahuan.

Semoga Bermanfaat

Monday, April 30, 2012

4 Pengaruh Positif Di Tempat Kerja


Penulis mau berbagi tips karir lagi nih! Yuk, mari disimak. Mudah-mudahan dapat menambah motivasi bekerja Anda.
Berangkat kerja dengan senyum, menjalani rutinitas dengan senang, dan tak membiarkan masalah menyita pikiran dan perasaan Anda sepanjang waktu? Mungkin Anda telah berhasil mempraktikkan sikap positif di tempat kerja. Ternyata, sikap ini pun membuahkan hasil positif lain yang tak kalah menyenangkan. Apa saja pengaruh-pengaruh positif tersebut?

Mengurangi stres, meningkatkan produktivitas
Dengan melihat masalah sebagai tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan, seseorang akan lebih sering merasa rileks dan karenanya lebih jauh dari stres. Stres di tempat kerja juga akan mempengaruhi kesehatan. Sehingga, mereka yang jauh dari stres akan senantiasa sehat dan lebih produktif dari mereka yang mudah stres.

Mempengaruhi orang lain untuk ikut positif
Orang yang bersikap positif akan berusaha menjauhi sikap negatif di tempat kerja. Misalnya, ia tidak ikut serta dalam pembicaraan mengenai hal pribadi orang lain, juga tidak mengikuti orang dengan saling menuding siapa penyebab masalah di kantor, melainkan berusaha mencari solusinya. Perilaku ini tentu akan mempengaruhi orang lain untuk cenderung lebih bersifat positif di tempat kerja.

Meningkatkan hubungan interpersonal
Orang cenderung akan lebih menyukai pribadi dengan perilaku positif. Maka, tak heran bila relasi bisnis Anda akan lebih cepat bertambah, dan pelanggan akan lebih nyaman mendapatkan pelayanan profesional dari Anda.

Kesuksesan berkarir
Orang yang lebih pandai menyikapi masalah tentu lebih berpeluang menjadi sukses ketimbang orang yang lebih sering mengeluh dan tak berusaha bersikap positif di tempat kerja.

Demikian keempat pengaruh positif yang bisa terjadi bila Anda kerap bersikap positif di tempat kerja. Masih ada banyak pengaruh positif lainnya yang baru diketahui ketika Anda telah benar-benar menjalani. Berani bersikap positif dari sekarang?

Semoga bermanfaat

Karir dan Bursa Kerja

Anda mungkin harus melihat setiap situs penyedia lowongan kerja (karir site) dan membaca tentang seluk beluk sebuah perusahaan. Tidak semua dari mereka adalah perusahaan swasta, beberapa diantaranya merupakan agen pemerintah dan lembaga non-profit. Anda harus menentukan apakah lowongan kerja tersebut cocok dengan kemampuan dan harapan Anda. Dalam hal ini, Anda harus berbuat! Dunia kerja tidak digolongkan oleh pendidikan perguruan tinggi dan tidak semua perusahaan pergi ke pameran bursa kerja. Yang paling beragam lakukan! Anda perlu untuk melakukan riset masing-masing terlebih dahulu.

Anda perlu menghadiri job fair dan karir untuk membuat kesan yang besar secara pribadi (terutama penting ketika resume Anda tidak menonjol dari yang lain). Selain itu, Anda perlu menjelajahi daftar perusahaan peserta yang hadir terlebih dahulu (lihat di setiap situs penyedia lowongan kerja yang terkait), ditambah dengan mengetahui jenis pekerjaan yang ditawarkan oleh setiap perusahaan peserta.

Anda juga harus mengetahui lebih banyak tentang perusahaan peserta dari yang Anda tahu dengan belajar dari situs yang mereka miliki. Di job fair Anda akan belajar tentang budaya organisasi ketika Anda bertemu orang-orang, plus Anda dapat menaruh beberapa pertanyaan.

Sebagian besar proses pencarian kerja - sebelum Anda bisa mendapatkan kesempatan wawancara - untuk Anda, pencari kerja, dan perusahaan dalam upaya untuk menemukan kandidat yang tepat, tidak dilakukan secara pribadi. Ini melibatkan perusahaan dalam memilah surat pengantar dan resume, dan Anda yang membaca tentang perusahaan ditambah dengan melihat situs mereka.

Semoga bermanfaat

Tuesday, April 24, 2012

Menjalani Hidup yang Tak Hidup


Ada banyak manusia yang memiliki kesadaran secara fisik, menjalani rutinitas sehari-hari, namun tidak mengetahui apa tujuan hidup dirinya dan tidak juga mengetahui apa yang sebenanya ia ingin lakukan dalam hidup. Lihat 4 tanda orang yang belum mampu menghidupkan hidupnya sendiri. Andakah tipe orang seperti ini?

Tak mengetahui tujuan hidup
Ada orang-orang yang cara berpikir dan cara menjalani keseharian tak ubahnya seorang murid sekolah dengan rutinitas yang sudah diatur. Pergi bekerja ke kantor, pulang ke rumah, berbelanja setiap sabtu, berolahraga setiap minggu, tak pernah memikirkan apakah rutinitas ini memang sesuatu yang ingin ia kerjakan sehari-hari, dan tak tahu apa rencana hidupnya dalam 5-10 tahun ke depan.

Membiarkan diri dikendalikan hidup
Bekerja, beristirahat, lelah, jenuh, berhenti kerja, mencari dan mendapat lowongan pekerjaan lain adalah semacam siklus hidup yang terus berputar bagi mereka yang terlalu pasrah menjalani hidup. Jadi, bukan mereka yang kendalikan hidup, hiduplah yang selalu mengendalikan mereka. Tak heran bila banyak bagian hidup mereka yang diisi dengan aktivitas yang tak bermanfaat karena merasa tak rugi kehilangan banyak waktu.

Tak berusaha mewujudkan keinginan
Bukannya memanfaatkan waktu dengan segera melakukan rencana-rencana yang telah dipikirkan, orang yang tak menghidupkan hidupnya malah sibuk mengeluh bahwa mereka "tak punya waktu", atau beralasan "nanti saja" setiap ada kesempatan mewujudkan impian. Karena terlalu membuang waktu, ketika kesempatan lewat, mereka akan berkubang dalam keluhan baru, yaitu "semuanya sudah terlambat!".

Kurang ambisi dan motivasi
Orang yang tak menghidupkan hidupnya cenderung kurang termotivasi dan tak memiliki ambisi karena sebagian besar hidupnya adalah untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Mimpi-mimpi dan harapan pribadi kerap dibuang jauh sambil terus meyakinkan diri, inilah hidup yang ingin mereka jalani.

Nah, bagaimana dengan Anda sendiri?

Semoga Bermanfaat

Menemukan Teladan untuk Mengembangkan Diri


Mengapa menemukan sosok teladan (role model) adalah penting untuk Anda? Sederhana saja. Anda perlu sosok yang menjadi acuan atas semangat dan cita-cita kesuksesan, dan yang tentu saja Anda kagumi. Mulailah pilih sosok teladan yang memacu Anda untuk berkembang, dan simak beberapa tips berikut ini.

    Berhenti membanding-bandingkan diri
    Berbeda dengan memiliki teladan, menemukan orang lain untuk dibandingkan dengan diri Anda cenderung berakhir dengan perasaan tak nyaman. Terlebih lagi apabila orang yang dibandingkan sebenarnya tidak begitu Anda kenali. Karena, bisa jadi, justru sebenarnya kualitas diri Anda lebih baik dari orang tersebut.

    Memiliki teladan dengan beberapa kualifikasi
    Carilah teladan yang Anda sukai berdasarkan beberapa kualifikasi; yaitu adanya prestasi penting yang dicapai orang tersebut, memiliki performa baik secara konsisten (dalam jangka panjang), dan memiliki karakter yang tak berbeda jauh dari Anda. Perlu diingat, menemukan teladan berkarakter mirip dengan Anda menjadi penting karena akan sulit meniru seorang teladan yang berprestasi namun dalam banyak hal dan prinsip berbeda jauh dari Anda.

    Lihat dan tiru
    Perhatikan hal-hal yang dilakukan teladan Anda. Apa saja yang membuatnya selalu semangat dan berhasil dalam setiap pekerjaannya di tempat kerja? Mengapa ia selalu bisa datang ke tempat kerja tepat waktu, meski tempat tinggalnya sangat jauh? Setelah memperhatikan, mulailah tiru hal-hal baik yang ia lakukan. Bila memungkinkan, atur standar kualitas Anda lebih tinggi dari yang teladan Anda lakukan.

Semoga Bermanfaat

Monday, April 9, 2012

Tips Memotivasi Diri Sendiri


Sering merasa tak bersemangat, jenuh dan mudah stres? Situasi kantor, rumah, dan di mana pun Anda berada memang tidak diciptakan untuk selalu sesuai keinginan Anda. Untuk mengatasinya, hanya satu kata yang mungkin Anda butuhkan. Motivasi. Berikut beberapa langkah sederhana untuk memotivasi diri sendiri.

  1. Memiliki penyebab
    Adanya motivasi diri muncul karena satu atau beberapa penyebab, yang kemudian mendorong Anda untuk melakukan sesuatu yang baru atau mempertahankan sesuatu yang Anda miliki sekarang. Entah itu sebab personal (seperti ingin memperoleh kesuksesan) atau sebab dari luar (seperti dari keluarga), temukan sebab tersebut.
  2. Memiliki mimpi besar
    Sebab yang Anda miliki belumlah kuat sampai sebuah mimpi Anda punyai. Jangan pernah takut untuk memiliki cita-cita dan mimpi, karena seperti kata penulis serial fiksi Narnia, C. S. Lewis, “Anda tak akan terlalu tua untuk memiliki cita-cita baru dan memimpikan mimpi yang baru”.
  3. Merasa “lapar”
    Dalam konteks ini, “lapar” adalah menginginkan sesuatu dengan sangat. Karena, untuk menjadi benar-benar termotivasi, rasa “ingin” saja tidaklah cukup. Penting bagi Anda untuk juga merasa “lapar” dan sangat ingin mewujudkan suatu mimpi besar yang muncul karena sesuatu sebab.
  4. Berhenti membanding-bandingkan diri
    Setiap manusia diciptakan berbeda dengan keistimewaannya masing-masing. Jadi, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena hasilnya selalu tak akan memuaskan dan menjauhkan Anda dari motivasi diri yang telah susah payah dibangun.
  5. Selangkah lebih maju
    Yang membedakan pemenang dengan pecundang adalah bagaimana mereka menghadapi rintangan. Seorang pemenang akan terus berusaha melanjutkan usaha yang telah ia mulai di tengah berbagai hambatan. Maka, tanamkan dalam pikiran bahwa Anda bisa maju selangkah dan selangkah lagi sementara orang lain mungkin sudah berhenti.

Semoga bermanfaat

Monday, April 2, 2012

Menyemangati Rekan Anda Dengan 4 Langkah Mudah

Beban kerja dan masalah memungkinkan siapa saja merasa tidak bersemangat dan putus asa. Sebagai rekan yang baik, alangkah baiknya bila Anda menunjukkan perhatian dan memberikan semangat bagi rekan yang sedang mengalami situasi ini. Karena, membagi semangat tak akan mengurangi semangat Anda sendiri, dan hanya perlu ikuti beberapa tips sederhana untuk melakukannya.

  1. Tunjukkan kepedulian
Menunjukkan kepedulian adalah cara paling efektif yang bisa dilakukan agar rekan Anda tak merasa sendirian dalam keterpurukannya. Tanyakan langsung apa yang sedang ia rasakan dan tawarkan apakah ia butuh seseorang untuk mendengarkan ceritanya, atau apakah ia butuh bantuan.

  1. Ucapkan “selamat”
Bila rekan Anda telah berhasil melampaui target penjualan, tunjukkan kepedulian Anda dengan mengucapkan “selamat!”. Meski hanya satu kata, memberi selamat memiliki makna yang besar karena Anda telah menghargai hasil jerih payah seseorang yang ia raih dengan proses tak mudah.

  1. Menghargai dengan ber"terima kasih"
Pekerjaan terakhir Anda yang dikejar deadline dapat terselesaikan karena bantuan rekan? Jangan lupa mengucapkan "terima kasih". Ini adalah tindakan resiprok alias timbal balik sebagai balas atas jasa baik rekan Anda. Begitupun sebaliknya, rekan kerja harus menghargai perbuatan baik Anda bila suatu saat pekerjaannya terbantu oleh Anda.

  1. Meminta saran
Setiap orang akan merasa lebih dihargai bila dimintai pendapat atau saran. Sesekali, mintalah saran dari rekan kerja atas sesuatu yang sulit Anda selesaikan atau sulit diputuskan sendiri. Permintaan saran menunjukkan adanya kepercayaan Anda terhadap rekan dan ia pun akan tak segan melakukan hal yang sama pada diri Anda bila sedang membutuhkan saran.

Semoga bermanfaat

Pertanyaan Yang Harus Dihindari Saat Interview

Seperti juga banyak pertanyaan yang kerap diajukan saat interview, ada pula sederet pertanyaan yang sepatutnya Anda hindari saat diberi kesempatan untuk bertanya pada pewawancara saat interview berlangsung. 

Apa saja pertanyaannya dan mengapa Anda harus menghindarinya?

  1. Kapan kira-kira saya bisa mendapatkan kenaikan gaji?
Kesan "rakus" akan tampak pada Anda dengan mengajukan pertanyaan ini. Maka, untuk tetap mengetahui sedikit gambaran tentang penghargaan perusahaan terhadap kerja keras Anda dalam bentuk uang, ajukanlah pertanyaan seperti "seberapa sering perusahaan melakukan penilaian terhadap pekerjaan karyawan?"

  1. Berapa lama biasanya karyawan mendapatkan promosi?
Fokuskan pertanyaan Anda seputar pekerjaan, karena interview adalah proses menuju didapatkan atau tidaknya sebuah posisi. Maka, jangan tanyakan hal ini saat interview berlangsung.

  1. Apa yang harus saya lakukan agar diterima bekerja?
Pihak SDM memang menyukai kandidat yang memiliki motivasi, tapi tidak dengan yang berlebihan, termasuk kandidat yang mengajukan pertanyaan seperti ini. Anda akan terkesan sangat mengiba untuk menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Sebagai alternatif, tanyakan pertanyaan seperti "Kapan kira-kira keputusan hasil interview akan saya dapatkan?".

  1. Berapa lama saya harus bekerja sebelum mendapatkan cuti?
Hindari pertanyaan ini bila tak ingin pewawancara menilai Anda lebih tertarik pada liburan dan bersenang-senang daripada posisi yang ditawarkan. Ingatlah selalu, interview adalah proses untuk mendapatkan pekerjaan. Maka, pertanyaan mengenai hal lain yang tak terkait langsung dengan hal tersebut sebaiknya disimpan sampai waktu yang tepat untuk diajukan.

Semoga bermanfaat

Thursday, March 29, 2012

Tips Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Lingkungan, kondisi sosial, dan media informasi sering kali mempengaruhi seseorang untuk menjadi sosok yang baik dari segi apapun. Hal ini justru kerap menciutkan kepercayaan diri orang tersebut dan membuatnya merasa tak pernah cukup baik. Simak tips karir berikut yang bertema 4 langkah sederhana berikut ini untuk mengembalikan kepercayaan diri agar Anda mampu menjalani hidup dengan keyakinan penuh lagi.

1. Tak memusingkan penilaian orang lain.
Apapun pendapat orang mengenai hidup dan diri Anda, yang paling mengetahui dan bertanggung jawab atas hidup Anda adalah diri sendiri. Cobalah untuk tidak terlalu memikirkan komentar orang lain. Mempertimbangkan kritikan membangun dari orang lain memang baik, namun jangan lupa untuk tetap jalani hari-hari berdasarkan keputusan pribadi.
2. Temukan keunikan diri.
Setiap manusia dilahirkan berbeda dan karenanya memiliki keunikan masing-masing. Maka, bila Anda merasa tak bisa bernyanyi sebaik pemenang kontes idola di televisi, misalnya, temukan bakat Anda yang lain. Tanyakan kepada orang-orang terdekat tentang bakat terpendam ini untuk membantu Anda menemukan keunikan tersebut.
3. Berani berekspresi dan menjadi diri sendiri.
Keunikan yang Anda miliki akan semakin meningkatkan kepercayaan diri bila diikuti oleh keberanian berekspresi, termasuk mengungkapkan dan mempertahankan pendapat yang mungkin akan dinilai "tidak biasa" oleh orang lain. Dalam dunia karir, misalnya, bila Anda tak berminat bekerja sebagai staff perbankan, mengapa harus menerima tawaran di posisi tersebut karena pendapat teman?
4. Tak berlama-lama dalam kesedihan.
Bila pekerjaan Anda sekarang kerap membuat suasana hati (mood) berubah, kendalikan mood tersebut. Jangan biarkan Anda yang dikendalikan suasana hati sehingga terlalu sering merasa sedih (down) dan akhirnya menurunkan produktifitas kerja. Berbahagialah menjadi diri sendiri dengan segala hal baik yang sudah dimiliki.

Semoga bermanfaat