Honda BeAT 2012

Pilihan Warna dan Striping Baru.

Memanfaatkan Jejaring Sosial Untuk Karir

Kini jejaring sosial tak lagi hanya sebagai media eksistensi pribadi, tetapi juga tempat berbagi informasi dan kebutuhan, termasuk kebutuhan akan pekerjaan.

Berkendara Aman di Musim Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin.Waspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga.

Cari Kerja Mudah dengan Internet

Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan.

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi

Dengan manfaatkan part-part variasi. Solusi bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna.

Showing posts with label motor modifikasi. Show all posts
Showing posts with label motor modifikasi. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

Twintrax, Motor dengan 2 Mesin HD


Motor super bertajuk Twintrax ini memang bukan barang baru, sebelumnya sudah diperkenalkan beberapa tahun silam oleh sang builder Christoph Madaus. Namun, meski begitu ide gilanya ini cukup menyita perhatian untuk diulas.

Pasalnya, motor ini menggunakan dua buah mesin aftermarket Harley-Davidson dari S&S Evolution. Totalnya kubikasi mesinnya sekitar 2.680 cc atau 1.340 x 2 sehingga power yang dimuntahkan berkisar di angka 160 hp.

Engine
Engine: 2x Harley-Davidson/ S&S Evolution engines
Displacement: 2x 1340ccm (2x 80 cui)
Camshaft: Crane Fire ball
Carburator: 2x H-D CV
Air cleaner: Twintrax/ K&N
Ignition: 2x Crane HI 4 Dual fire
Exhaust manifold: 4 in 1 TWINTRAX
Muffler: Supertrapp EAR external disk system with TWINTRAX deflectors
Horsepower: 2 x 80 hp

Walau motor ini menggunakan dua buah mesin, tapi sistem penggerak ke roda belakang tetap menggunakan satu unit gearbox dengan transmisi 5 percepatan. Untuk menghubungkan output dari kedua mesin digunakanlah sebuah belt dan belt yang lain menuju gearbox transmisi.

Power train
Transmission: 5-speed H-D with Andrew gears
Primedrive: Twintrax beltdrive with 2 belts (engine 1 to engine 2, width 50mm engine 2 to clutch shell, width 85mm) and dry clutch
Secondary transmission: O-ring rear chain
Karena menggendong dua buah mesin pula, sudah pasti panjang motor ini jadi melar menjadi 2.710 mm dengan wheelbase 2.060 mm, kebayang kan seperti apa rasanya mengemudikan motor ini di tengah kemacetan, tentu akan terasa sulit selap-selip dan pegal.

Frame
Frame: TWINTRAX, CAD construction, WIG welded
Rake: 63 degree
Frontend: White Power Upside Down Fork
Rear shocks: White Power special konfiguration
Rear wheel: 200/70 B15 Metzeler ME880
Front wheel: 130/70 B18 Metzeler ME880
Brake
Calipers: 3x6 piston Billet calipers
Disks: Performance machine rotors, Front 2x13in Full Floater, Rear 11.5in Full Floater

Dimensions
Wheelbase: 2060mm (81.1 in)
Length over all: 2710mm (106.7 in)
Height over all: 990 mm (39 in)
Rake: 63 degree
Weight: 400kg ( 881.84 lbs)
Gas tank: TWINTRAX, Aluminium, 14 Liter (3.7 gal)
Engine oil tank: TWINTRAX, Aluminium, 4 Liter (1.06 gal)

Apalagi posisi berkendaranya dibuat rebah layaknya drag bike. Posisi kaki sampai harus rebah ke belakang. Makin merepotkan lagi, bobotnya jadi lebih berat yaitu mencapai 400 kilogram.
Anda berminat memiliki dan mengendarai Twintrax, Motor dengan 2 Mesin HD ini ?

motorplus-online

Ganti Kem Racing di Motor Injeksi, Lebih Irit atau Boros





Penggunaan kem racing untuk diaplikasikan pada motor injeksi memang memberikan dampak positif terhadap tenaga dan torsi yang dihasilkan. Dengan uji diatas dinotes, power maksimum kem standar berada di 8,10 dk/7.200 rpm. Angka itu ditinggalkan ketika terjadi penggantian kem standar dengan kem racing.

Penggunaan kem racing ini bisa menaikan tenaga hingga 1,40 dk. Sedangkan peningkatan torsi yang terjadi, yaitu sekitar 0,21 ft-lbs. Jika di kem standar torsinya 6,58 ft-lbs, maka di kem tipe racing 6,79 ft-lbs. Tapi, dengan power dan torsi yang sudah didapat, kita masih belum tahu tentang konsumsi bahan bakar secara real-nya setelah penggantian Kem Racing di Motor Injeksi ini.

Menurut hasil pengujian tim MOTOR Plus yang penulis baca, terutama lewat tes riding maka bisa diketahui perban-dingan jarak tempuh terhadap bahan bakar yang dikonsumsi. Pengujian dilakukan di motor Honda Supra X125 PGM-FI lansiran 2005.


Metode pengujian, tangki motor diisi penuh dan ditandai permukaan teratas bensin. Jarak yang ditempuh adalah 15 km dengan kecepatan rata-rata, 60 km/ jam. Pengukuran pengisian ulang setelah riding, menggunakan gelas ukur demi menjamin keakuratannya.

Ganti kem simpel. Tinggal buka baut di kepala silinder

Sebagai tes awal, motor injeksi tetap dijejali kem standar. Setelah itu motor dikendarai dengan pemuturan grip gas secara halus (eco riding). Setelah menempuh jarak 15 km, kem standar mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 300 ml. Itu artinya, 1 liter bahan bakar bisa menempuh jarak sejauh 50 km.

Sekarang beralih ke kem racing. Metode dan cara berkendara tetap seperti pengetesan pertama. Setelah motor menempuh jarak 15 km, bensin kembali dihitung. Dengan jarak tempuh yang sama yaitu 15 km, kem aftermarket ini menghabiskan bensin 375 ml. Kalau dihitung per liter, maka 1 liter bensin mampu membuat motor hanya berlari hingga jarak tempuh 40 km.

Kesimpulannya, 1 liter bensin di motor kem standar bisa menempuh jarak 50 km. Sedang 1 liter bensin dengan aplikasi kem racing, hanya menempuh jarak 40 km. Maka ada selisih jarak 10 km antara
kem racing dan standar. Tapi, meski kem racing bikin konsumsi BBM sedikit boros, tapi power dan torsi yang dihasilkan cukup menyenangkan buat mereka yang doyan akselerasi.

Semoga bermanfaat.

motorplus-online

Thursday, May 10, 2012

Uji Oktan Booster. Lebih Irit, Lebih Ngacir


Saat ini banyak sekali beredar Oktan Booster atau peningkat oktan. Katanya mampu menghemat 30-40%. Katanya lagi, dengan menambah aditif ke bensin jenis Premium bisa seperti Pertamax, atau Pertamax bisa jadi Pertamax Plus. Masa sih? :D

Merasa tak yakin, coba dilakukan pengujian. Apa benar bisa hemat bensin atau sebaliknya malah jadi boros. Diambil sample 1 produk peningkat oktan model cair merek Norival Energy Fuel Enhancer tipe G (Gold). Seharga Rp 45 ribu, tiap 1 botol kecil isi 12 ml terkandung minyak atsiri murni. Diteteskan ke bensin dengan perbandingan 1 ml untuk 15 liter, atau 2 tetes untuk 1 liter.

Mari naik ke atas Mesin Dynotest. Menggunakan Dynojet 250i milik Aero Speed di Jl. H Nawi Raya, No. 74, Jakarta Selatan, telepon (021) 7201190. Menggunakan Yamaha Scorpio 2005 karbu PE 28. Pilot-jet 55 dan main-jet 115.

Running pertama hanya Premium. Daya yang didapat 17,21 HP, tapi di rpm bawah, grafik power pertama alami penurunan karena campuran bahan bakar terlalu kaya. “Tapi, di rpm 5.500, grafik AFR berada di 1 : 14,” terang Mohamad Yuda alias Gendung sebagai operator Dynotest.

Kondisi campuran ideal 1 : 14,7. Artinya 1 molekul bensin terbakar tuntas dengan 14,7 molekul udara. Namun realnya supaya motor adem dan awet pasnya 1 : 13. Lebih banyak bensin.


Tes kedua, campuran bensin dan aditif dimasukkan ke tabung khusus agar takarannya jelas. Tabung diisi Premium 500 ml dicampur 1 tetes cairan Norival Gold.

Motor kembali dites dan hasilnya power alami kenaikan jadi 17,59 HP. Bahkan grafik AFR menuju titik 1 : 13,5. Menandakan campuran jadi basah atau kaya bensin, spuyer minta dikecilin. Menggunakan aditif jadi lebih irit, asal spuyer dikecilin 1 step. Atau minimal harus seting setelan angin. Supaya tidak terlalu kaya bensin yang berakibat malah boros dan berkerak.

Terakhir, tes Pertamax murni. Hasilnya, di putaran bawah grafik AFR menunjukan masih terlalu kaya, namun terus melonjak mendekati perbandingan ideal. Dan power yang didapat 17,65 HP atau 0,06 HP lebih kecil dari Premium yang ditetesi cairan. Tapi, angka ini sangat kecil Bisa dikatakan bias.

Semoga bermanfaat

Tuesday, May 1, 2012

Komparasi Karburator KW Sampai Sudco


Bagi pencinta modifikasi motor, setelah boreup kapasitas mesin maka pilihan mengganti karburator berventuri besar menjadi satu keharusan demi menyuplai kebutuhan mesin akan campuran bahan bakar dan udara yang tepat.

Saat ini karburator Keihin PE 28 kian laris bak kacang goreng. Dari mulai versi asli yang berharga mahal sampai imitasi alias KW pun banyak peminatnya. Bahkan yang KW pun banyak pilihannya.

Versi mahal seperti keluaran Sudco dibanderol Rp 1,4 juta. Sedangkan versi KW atau abal-abal hanya Rp 300 ribu. Bikin penasaran, apakah perbedaan terhadap performa motor cukup jauh? Untuk membuktikan itu, pinjam karbu Keihin Sudco 28 dan PE Thailand dari MC Racing. Satu lagi PE abal-abal dari toko lain. Maklum MC Racing tidak jual yang palsu.

Pengujian menggunakan Dynojet 250i milik Aero Speed di Jl. H. Nawi No. 74, Jakarta Selatan, telp. (021)7201190. Motor yang digunakan Yamaha Mio 150 cc spek matic race dengan klep 29/24 mm. CDI BRT busi Denso Iridium dan bensin Pertamax. Yuk diuji...

PE ABAL-ABAL
Karburator PE 28 KW ini memang mirip dengan versi Thailand. Warna bodi karbu abu tua dan tutupnya abu muda. Namun terlihat kurang halus dalam pengerjaan.

Ciri mencolok dari luar, tutup mangkuk karbu ada lubang untuk lewat slang napas. Spuyer tanpa ukuran dan jarum skep gendut. Skepnya mudah baret.

Dalam pengujian menggunakan pilot 45 dan main-jet 120. Dari rpm bawah memang normal. Namun begitu sampai 10.000 rpm, mesin tidak mau ditarik lagi. Bisa jadi karena suplai bensin kurang lantaran jarum yang terlalu gendut. Semburan bensinnya kurang.

Grafik power serta torsi juga berada paling bawah. Artinya akselerasi di bawah PE Thailand dan Sudco.

PE THAILAND
Keihin PE 28 versi Thailand cirinya bodi karbu abu tua dan tutup skep abu muda. Jarum skep sedikit lebih kurus dibanding PE aba-abal. Di pasaran kini langka. Dulunya dijual Rp 500 ribu, kini bisa 850 ribu.

Ukuran pilot-jet, bawaan karbu 42. Sedangkan main-jet 152. Untuk pengujian, sesuai kemauan mesin berdasarkan uji AFR (Air Fuel Ratio) di dinotes, pilot-jet dipasang 45 dan main-jet 120.

Dari grafik power dan torsi terlihat garis merah. Dari putaran bawah sampai 9.000 rpm garisnya berada di tengah atau di atas karbu palsu.

Akselerasi lebih mantap dibanding karbu KW. Dipastikan akan meninggalkan jauh versi KW. Apalagi versi KW di atasnya tidak bisa jalan.

Grafik hasil pengujian. Garis biru PE KW, merah PE Thailand dan hijau PE Sudco

PE SUDCO
Keihin PE 28 Sudco bisa dikatakan racing banget dari tipe PE lainnya. “Dari brosur yang tertera di kardusnya tertulis off road use only,” jelas Miekeel, bos MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakarta Barat. Telepon (021) 62202361.

Cirinya berbeda dari Keihin Thailand atau KW. Di bodi karbu tertera tulisan Keihin yang besar. Tuas cuke menggunakan sistem tarik. Jarum skepnya paling kurus jika dibanding yang lain.

Di mangkuk karbu juga terdapat lubang untuk lewatnya slang napas. Perbedaan lain bodi karbu yang lebih terang dan tutupnya abu tua. Tuas untuk setelan langsam hitam dan lebih kecil.

Perbedaan mencolok di spuyer. Main-jet lebih panjang dibanding PE Thailand atau PE abal-abal. Sedangkan pilot-jet sama saja. Untuk penggantian spuyer tidak perlu bongkar mangkuk karbu. Cukup lepas tutup mangkuk pakai kunci 17.

Untuk keperluan pengujian, sesuai permintaan mesin, pilot-jet dipasangi 45 dan main-jet 120. Dari hasil running di dinotes, terlihat grafik warna hijau. Grafiknya paling atas.

Menandakan paling bagus dibanding yang lain. Dari putaran bawah sampai rpm 10.000 paling bagus. Mantap untuk akselerasi. Sesuai spek yang terlihat di brosur. Karakternya sesuai motor off road yang mementingkan power dan torsi di putaran bawah.

motorplus-online.com

Semoga bermanfaat

Thursday, April 5, 2012

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi


Harga BBM memang belum pasti naik, namun pemilik motor harus sedia payung sebelum hujan. Karena BBM naik harga atau tidak, bikers tetap terus mengaspal untuk melakukan aktifitas.

Namun demi isi dompet gak
melompong, suplai bensin jangan sampai dikebiri. Karena bisa mengaakibatkan makin pendeknya umur komponen mesin. Lalu gimana solusinya bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna. Caranya ialah dengan manfaatkan part-part variasi.

Kem Gendut Faito

Bikin irit BBM juga bisa pakai kem (camshaft) variasi. Jadi, jangan kira semua kem variasi bikin boros bensin. Contoh kem Faito yang pernah dicoba Nurfaizin.

“Faito mengeluarkan 2 tipe kem, yaitu Evo4 dan Turbo. Nah, buat
bikers yang ingin performa mesin motor tetap oke dan irit bensin, silakan pakai yang tipe Turbo,” ujar mekanik yang praktik di Jl. Bekasi Timur Raya, Km. 18, No. 20, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Bisa bikin irit karena bentuk pinggul kem lebih gemuk. Sehingga meskipun klep disetel alus (0,05 mm) masih bisa dan rpm-nya pun cepat naik.

CDI Cheetah Power

BBM untuk motor ada beberapa pilihan. Untuk produk lokal ada Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Memiliki angka oktan berbeda. Agar oktan sesuai perbandingan kompresi dan timing pengapian, butuh CDI yang bisa diseting derajat serta kurva pengapiannya.

Selain merek BRT atau Rextor ada juga Chetah Power. Tipe tertentu ada yang bisa diprogram. “Mengikuti spek motor. Timing pengapian bisa diatur agar pas,” ucap Nurfaizin mekanik Brian Motor.

Timing pengapian yang pas, membuat ledakan besar. Power yang dihasilkan lebih gede dan hemat bahan-bakar.

Pakai Kombinasi Roller Variasi

Sering lewat jalur macet yang butuh akselarasi cepat, apalagi ganti ring dan velg roda depan–belakang lebih besar, bikin beban putar makin berat. Maka meracik ulang komponen di
jeroan CVT matic perlu dilakukan.

Agar tetap enak dipakai harian dan penggunaan dalam kota, cukup dengan melakukan penggantian bobot roller lebih ringan. Sesuai prinsip kerja roller, semakin ringan bobotnya, akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face dan face comp pada drive pulley yang bisa menekan belt ke posisi atas.

“Efeknya, akselerasi makin responsif. Namun agar belt dapat tertekan hingga maksimal, juga butuh berat roller yang ideal. Cuma untuk berat roller, ada dua konsep umum yang bisa dilakukan jika aplikasi roller standar, yaitu aplikasi roller berat seragam atau kombinasi,” timpal Joko, mekanik Sinergi Motor, Jl. M. Yusuf Raya, Depok, Bogor.

Untuk pilihan merek roller, Joko menegaskan banyak produk buat pemakai skubek sesuai tipe dan merek motornya. Namun agar lebih fokus, pastikan penggantian bobot roller terutama yang kombinasi mesti tepat.

Kalau mau lebih responsif lagi, bisa menggunakan per CVT yang lebih keras. Akselerasi lebih cepat dan otomatis menghemat konsumsi BBM.

Semoga bermanfaat

Wednesday, March 14, 2012

Ganti Cakram Depan Lebih Pakem

Saat ini marak beredar penjual aksesoris motor yang menjajakan disk (cakram) aftermarket berdiameter lebar baik bertipe rigid, semi floating maupun yang full floating. Memang sebuah keuntungan bagi user yang doyan mempercantik tampilan dan performa tunggangan kita. Disamping terlihat lebih gahar dan berisi dengan cakram lebar, juga membuat daya pengereman lebih maksimal dan smooth disegala kondisi.

Lho, kenapa begitu?
Mari kita simak ulasannya. 


Kenapa disk lebar lebih pakem ketimbang disk berdiameter mungil?

Karena disk yang digunakan untuk melakukan pengereman setelahnya menjadi panas, bahkan bisa overheat. kalau terjadi overheat, pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan bisa tidak mengerem (loss).

Secara logika, semakin panas disknya semakin berkurang daya pengeremannya. Itulah kenapa disk berdiameter besar lebih pakem, karena lebih banyak dan besar area dingin dan tidak cepat panas ketimbang disk berdiameter imut.


Beda disk Non Floating (rigid) dengan disk Semi/Full Floating?

Sekarang banyak disk aftermarket yang berpenampilan palsu seperti disk floating. Sekilas seh mirip! Yang membedakan adalah pada disk floating bagian yang kena kampas rem dan bagian yang nempel ke teromol terpisah dan disk semi/full floating ini juga punya kemampuan khusus. makanya beda harga terpaut jauh antara disk non floating dengan disk floating asli.

Disk original Honda BeAT (non floating): 


Disk floating tiruan: 


Spoiler for disk full floating: 


Efektifkah penggantian disk original ke disk Full Floating?

Biasanya, disk semi/full floating hanya dipakai di arena balap motor ataupun motor gede (moge) karena kemampuannya sangat bagus dalam pengereman, terutama jika ditandem dengan kaliper radial.

Kaliper radial (kaliper racing/ex. moge) adalah kaliper yang posisinya diam, gak ada jarak gerak. gak seperti kaliper original yang bisa bergerak bebas mengikuti tekanan piston. Karena biasanya kaliper radial pistonnya menekan dari dua arah, dari luar dan dalam. Jadi disk benar-benar di jepit (oleh minimal 2 piston berseberangan 1 di luar, 1 di dalam) dan cakram full floatinglah yang bergerak menyesuaikan tekanan permukaan kampas rem.
Kalau kaliper biasa, hanya menekan dari luar, jadi saat ada tekanan dari piston, kaliper bisa bergerak untuk menyesuaikan tekanan dari piston terhadap permukaan disk yang rigid.
Jadi memang lebih tepatnya kalo kaliper biasa tandemnya adalah disk non floating. sedangkan kaliper radial pasangannya adalah disk semi/full floating.

Kenapa bisa begitu ?

Gampangnya adalah kaliper radial yang posisinya diam, dan cakram full floating yang bergerak menyesuaikan tekanan. Sedangkan kaliper biasa yang posisinya bergerak, dan cakram non floating yang diam untuk menyesuaikan tekanan.

Perbedaan kaliper biasa dan radial: 

So, daripada mubazir beli disk Full Floating mending lebihnya buat beli Selang Rem Racing

Lho kenapa harus racing???

Karena selang rem original yang bahannya terbuat dari material karet dibuat mengembang untuk menghindari lock braking. Sedangkan selang rem racing identik dengan wujud mungil terbungkus pilinan kawat baja. semakin mungil selang tersebut semakin cepet pula dorongan minyak rem dari master ke kaliper akibatnya handel ditarik sedikit langsung kerasa cangkeramannya. Lebih pakem kan??

Selang rem racing: 

Semoga Info Ini Bermanfaat

Wednesday, February 15, 2012

Tips Merawat Motor Matic

Secara umum cara merawat motor matik sama dengan merawat motor lainnya. Hanya saja terdapat beberapa penambahan pada item V Belt-nya saja yang menjadi ciri khas dari motor matik ini. Lakukan cara merawatnya dengan benar agar kondisi motor matik Anda tetap prima dan terhindar dari kerusakan yang serius. Karena jika terjadi kerusakan yang serius maka akan memakan biaya yang tidak sedikit. Jadi rawatlah motor Anda sesuai prosedur yang benar.

Berikut cara merawat motor matik yang perlu anda ketahui :
  • Lakukan servis umum rutin 2 bulan sekali, cek karburator, cek busi, buka filter udara dan cek rantai.
  • Perhatikan V Belt (letaknya disamping roda) diganti tiap 25.000 km dan diservis tiap 10.000 km.
  • Oli mesin sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin. Ganti oli tiap 2.000 km, jangan menanti minyak pelumas berwarna kehitam-hitaman karena mempengaruhi kelenturan daya tarik mesin.
  • Servis karburator tiap 3 bulan sekali.
  • Tiap 15.000 km klep wajib dibersihkan agar mesin dalam kondisi bagus dan motor tidak ngadat atau mogok, biasanya kotoran sering mengganjal di klep.
  • Sebaiknya servis motor di bengkel resmi, jika ada kerusakan lebih mudah ditangani.
  • Panaskan mesin sebelum motor dijalankan, hidupkan mesin dengan menarik cuk dan gunakan starter kaki. Biarkan mesin hidup sekitar 5 menit supaya sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Kemudian kembalikan letak cuk dan motor siap digunakan.
  • Periksa tekanan angin ban, jangan terlalu keras dan juga jangan kurang angin.
  • Gunakan selalu spare part asli. Lebih baik mahal sedikit tetapi puas dan tahan lama daripada memakai yang tidak asli meski murah tetapi tidak tahan lama.

Mudah bukan, apabila kita mentaati tips diatas, maka kendaraan kita akan selalu dalam kondisi prima dan memiliki harga jual yang selalu tinggi.
Semoga Bermanfaat.


Monday, February 6, 2012

Honda BeAT 2012 Dengan Pilihan Warna dan Striping Baru


Siapa yang tak kenal Honda BeAT, motor matic besutan pabrikan Honda ala skuter eropa ini dikenal lincah dan irit. Selain tampil dengan fitur-fitur unggulan seperti parking brake lock, side stand switch, secure key shutter, dan auto choke yang membuatnya bersaing cukup ketat dengan produsen motor lainnya seperti Yamaha Mio dan lainnya.

PT Astra Honda Motor (AHM) mengawali tahun 2012 dengan mengubah striping dan merilis dua warna baru Honda BeAT. Dua warna baru ini duo tone, white-blue dan white-green. Sementara itu, AHM juga tetap mempertahankan pilihan warna lainnya. Seperti hard rock black, electro red, techno white, groovy blue, disco green.

Honda BeAT dengan warna dan striping baru ini akan dipasarkan mulai akhir Januari 2012. Harga jualnya Rp 11,75 juta untuk tipe jari-jari dan Rp 12,55 juta  untuk tipe pelek racing (on the road Jakarta).

Friday, January 27, 2012

Yamaha Mio Fino, Melengserkan Dominasi Honda Scoopy

Mengambil tagline "Mio Fino, Fashionable Matic", Yamaha menawarkan tiga varian Fino. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion yang dibanderol Rp 13,5 juta. Sedangkan Mio Fino Classic dipasarkan Rp 13,65 juta. Rupanya PT Yamaha Motor Indonesia bergerak cepat di bulan pertama tahun 2012 ini. Setelah meluncurkan Yamaha Jupiter Z White, Yamaha Jupiter MX, Yamaha Byson, dan Yamaha Mio J, kini giliran skutik baru mereka luncurkan yaitu Yamaha Mio Fino.



Ketiga pilihan tema Mio Fino ini, kata Indra, merepresentasikan karakter anak-anak muda dan wanita yang ingin tampil bergaya di atas tunggangan skutik modern dengan warna-warna terang dan ceria. Total, Fino tersedia dalam tujuh pilihan warna yaitu Fashion Cyan, Fashion Pink, Classic Red, Classic Black, Sports Black, Sports Blue dan Sports Red.

Fino untuk pasar Indonesia ini memiliki perbedaan dengan model yang dijual di Thailand. Perbedaan antara lain terletak pada posisi lampu senja dan lampu utama. Posisi lampu senja Fino Indonesia lebih style dengan bingkai (frame) dan aksen warna krom. Lampu utama Fino Indonesia diberikan tudung atau penutup yang bentuknya maju ke depan seperti yang terdapat pada mobil-mobil klasik. Speedometer dan fuel meter Fino Indonesia dipisah agar terlihat unik dan mudah dimodifikasi.

Mesinnya menggunakan mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113 cc. Mesinnya mampu menghasilkan tenaga hingga 8,35 PS di putaran 8.000 rpm dengan torsi puncak mencapai 7,84 Nm di 7.000 rpm. Selain itu, Fino sudah dilengkapi Automatic Headlight On (AHO), fuel meter, speedometer, front pocket, CVT engine dan tail light.

Skutik retro modern ini siap dipasarkan bulan Februari mendatang. "Kita menargetkan penjualan sebanyak 20 ribu unit per bulan," kata Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia.

Di pasar skutik, Fino yang bergaya retro ini akan bersaing dengan Scoopy. Skutik milik Honda itu memiliki mesin dengan kapasitas yang sama dan dibanderol Rp 13,725 juta.

Info terkait : Artikel Otomotif, Lowongan it, lowongan pekerjaan

Thursday, September 8, 2011

Motor Keren Honda Evo 6

Modifikasi Motor - Konsep sepeda motor Honda EVO 6 pertama kali ditampilkan di ajang Tokyo Motor Show 2007. Konsep EVO 6 diaktifkan oleh mesin besar enam silinder yang diadopsi dari desain Honda Gold Wing Tourer. Desain agresif EVO 6 merupakan gabungan antara elemen Honda Sport dengan sebuah Cruisers.
Kursi tipis yang menyatu dengan bagian ekor adalah desain yang sangat populer pada sportsbikes saat ini. Sementara mesin yang besar dan stylist - yang terbuka dan sangat mencolok - melengkapi indahnya desain ramping tangki sporty dan bergaya yang terpasang diatasnya.
Pada bagian belakang, swing-arm satu-sisi yang memegang roda belakang diharapkan dapat lebih menambah eksotisme yang biasanya terdapat pada sebuah motor sport murni.
Dapatkan info lain mengenai bengkel motor di http://klasika.karir.com

Monday, August 22, 2011

Honda Crossrunner 2011, Sport OK Touring OK!


Modifikasi Motor - Honda Crossrunner 2011 merupakan salah satu sepeda motor Sport yang menarik, Tipe mesin berpendingin cair 4 - Stroke 16-katup DOHC 90 ° konfigurasi V-4 memberi Anda kekuatan maksimum. Crossrunner merupakan inovasi baru dari Honda pada tahun 2011 untuk menggabungkan motor sport dan sepeda motor tur.
 
Dengan kombinasi mesin motor sport yang paling diinginkan setiap rider, menggunakan mesin empat silinder dengan mesin sepeda motor petualangan yang menggunakan powerplant silinder kembar, tim desain memiliki kesempatan yang menarik dalam bereksperimen. Sebuah mesin 800cc dengan konfigurasi V4, menghasilkan mesin yang halus, fleksibel dan tenaga serta torsi yang maksimal. Mesin ini khusus disetel untuk membantu para rider dalam menemukan irama mesin yang mengalir seiring perjalanan.
 
Dengan atribut dari kedua mesin, kinerja naked bike dan sepeda motor petualangan, Crossrunner adalah sepeda motor jenis baru. Salah satu yang dengan mudah dapat beradaptasi dengan gaya yang berbeda dari berkendara.

Engine Specifications :
* Type Liquid-cooled 4-stroke 16-valve DOHC 90° V-4
* Displacement 782cm3
* Bore x Stroke 72 x 48mm
* Compression Ratio 11.6 : 1
* Max. Power Output 74.9kW/10,000min-1 (95/1/EC)
* Max. Torque 72.8Nm/9,500min-1 (95/1/EC)
* Idling Speed 1,200min-1
* Oil Capacity 3.8 litres


Dapatkan info lain mengenai bengkel motor di http://klasika.karir.com

Sesasi Touring Pake Yamaha Stryker 2011


Modifikasi Motor - Yamaha Stryker 2011 merupakan salah satu motor terbaik diantara rangkaian The Star Yamaha, Yamaha Stryker memiliki tubuh yang menarik dan cukup sangar. Motor ini sangat cocok bagi Anda yang suka bepergian jarak jauh karena meskipun sangar namun tetap nyaman dikendarai. Kendaraan Stryker sangat kuat, menggunakan Gutsy 1304cc, bahan bakar liquid-cooled disuntikkan pada mesin V-twin. Terinspirasi mesin besar sehingga setiap pengendara selalu merasakan getaran mesin hingga ke hati.
Yamaha Stryker memiliki warna yang menarik dan tubuh mencerminkan chopper cutom di abad 21.
 
Berikut spesifikasi lengkap Yamaha Stryker 2011:
Engine Specifications
Type : 80-cubic-inch (1304cc) liquid-cooled V-twin; SOHC, 4 valves/cylinder
Bore x Stroke : 100.0 x 83.0mm
Compression Ratio : 9.5:1
Fuel Delivery : Fuel injection
Ignition : TCI: Transistor Controlled Ignition
Transmission : 5-speed; multiplate wet clutch
Final Drive : Belt

Chassis
Frame : Steel double cradle
Suspension / Front : Telescopic fork; 5.3-in travel
Suspension / Rear : Single shock; 3.9-in travel
Brakes / Front : Hydraulic disc, 320mm
Brakes / Rear : Hydraulic disc, 310mm
Tires / Front : 120/70-21M/C
Tires / Rear : 210/40R18M/C
Wheels : 5-spoke cast aluminum

Dimensions
Length : 99.6 in
Width : 33.9 in
Height : 44.5 in
Seat Height : 26.4 in
Wheelbase : 68.9 in
Fuel Capacity : 4.0 gal

Dapatkan info lain mengenai bengkel motor di http://klasika.karir.com