Honda BeAT 2012

Pilihan Warna dan Striping Baru.

Memanfaatkan Jejaring Sosial Untuk Karir

Kini jejaring sosial tak lagi hanya sebagai media eksistensi pribadi, tetapi juga tempat berbagi informasi dan kebutuhan, termasuk kebutuhan akan pekerjaan.

Berkendara Aman di Musim Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin.Waspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga.

Cari Kerja Mudah dengan Internet

Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan.

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi

Dengan manfaatkan part-part variasi. Solusi bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna.

Showing posts with label modifikasi motor. Show all posts
Showing posts with label modifikasi motor. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

Twintrax, Motor dengan 2 Mesin HD


Motor super bertajuk Twintrax ini memang bukan barang baru, sebelumnya sudah diperkenalkan beberapa tahun silam oleh sang builder Christoph Madaus. Namun, meski begitu ide gilanya ini cukup menyita perhatian untuk diulas.

Pasalnya, motor ini menggunakan dua buah mesin aftermarket Harley-Davidson dari S&S Evolution. Totalnya kubikasi mesinnya sekitar 2.680 cc atau 1.340 x 2 sehingga power yang dimuntahkan berkisar di angka 160 hp.

Engine
Engine: 2x Harley-Davidson/ S&S Evolution engines
Displacement: 2x 1340ccm (2x 80 cui)
Camshaft: Crane Fire ball
Carburator: 2x H-D CV
Air cleaner: Twintrax/ K&N
Ignition: 2x Crane HI 4 Dual fire
Exhaust manifold: 4 in 1 TWINTRAX
Muffler: Supertrapp EAR external disk system with TWINTRAX deflectors
Horsepower: 2 x 80 hp

Walau motor ini menggunakan dua buah mesin, tapi sistem penggerak ke roda belakang tetap menggunakan satu unit gearbox dengan transmisi 5 percepatan. Untuk menghubungkan output dari kedua mesin digunakanlah sebuah belt dan belt yang lain menuju gearbox transmisi.

Power train
Transmission: 5-speed H-D with Andrew gears
Primedrive: Twintrax beltdrive with 2 belts (engine 1 to engine 2, width 50mm engine 2 to clutch shell, width 85mm) and dry clutch
Secondary transmission: O-ring rear chain
Karena menggendong dua buah mesin pula, sudah pasti panjang motor ini jadi melar menjadi 2.710 mm dengan wheelbase 2.060 mm, kebayang kan seperti apa rasanya mengemudikan motor ini di tengah kemacetan, tentu akan terasa sulit selap-selip dan pegal.

Frame
Frame: TWINTRAX, CAD construction, WIG welded
Rake: 63 degree
Frontend: White Power Upside Down Fork
Rear shocks: White Power special konfiguration
Rear wheel: 200/70 B15 Metzeler ME880
Front wheel: 130/70 B18 Metzeler ME880
Brake
Calipers: 3x6 piston Billet calipers
Disks: Performance machine rotors, Front 2x13in Full Floater, Rear 11.5in Full Floater

Dimensions
Wheelbase: 2060mm (81.1 in)
Length over all: 2710mm (106.7 in)
Height over all: 990 mm (39 in)
Rake: 63 degree
Weight: 400kg ( 881.84 lbs)
Gas tank: TWINTRAX, Aluminium, 14 Liter (3.7 gal)
Engine oil tank: TWINTRAX, Aluminium, 4 Liter (1.06 gal)

Apalagi posisi berkendaranya dibuat rebah layaknya drag bike. Posisi kaki sampai harus rebah ke belakang. Makin merepotkan lagi, bobotnya jadi lebih berat yaitu mencapai 400 kilogram.
Anda berminat memiliki dan mengendarai Twintrax, Motor dengan 2 Mesin HD ini ?

motorplus-online

Ganti Kem Racing di Motor Injeksi, Lebih Irit atau Boros





Penggunaan kem racing untuk diaplikasikan pada motor injeksi memang memberikan dampak positif terhadap tenaga dan torsi yang dihasilkan. Dengan uji diatas dinotes, power maksimum kem standar berada di 8,10 dk/7.200 rpm. Angka itu ditinggalkan ketika terjadi penggantian kem standar dengan kem racing.

Penggunaan kem racing ini bisa menaikan tenaga hingga 1,40 dk. Sedangkan peningkatan torsi yang terjadi, yaitu sekitar 0,21 ft-lbs. Jika di kem standar torsinya 6,58 ft-lbs, maka di kem tipe racing 6,79 ft-lbs. Tapi, dengan power dan torsi yang sudah didapat, kita masih belum tahu tentang konsumsi bahan bakar secara real-nya setelah penggantian Kem Racing di Motor Injeksi ini.

Menurut hasil pengujian tim MOTOR Plus yang penulis baca, terutama lewat tes riding maka bisa diketahui perban-dingan jarak tempuh terhadap bahan bakar yang dikonsumsi. Pengujian dilakukan di motor Honda Supra X125 PGM-FI lansiran 2005.


Metode pengujian, tangki motor diisi penuh dan ditandai permukaan teratas bensin. Jarak yang ditempuh adalah 15 km dengan kecepatan rata-rata, 60 km/ jam. Pengukuran pengisian ulang setelah riding, menggunakan gelas ukur demi menjamin keakuratannya.

Ganti kem simpel. Tinggal buka baut di kepala silinder

Sebagai tes awal, motor injeksi tetap dijejali kem standar. Setelah itu motor dikendarai dengan pemuturan grip gas secara halus (eco riding). Setelah menempuh jarak 15 km, kem standar mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 300 ml. Itu artinya, 1 liter bahan bakar bisa menempuh jarak sejauh 50 km.

Sekarang beralih ke kem racing. Metode dan cara berkendara tetap seperti pengetesan pertama. Setelah motor menempuh jarak 15 km, bensin kembali dihitung. Dengan jarak tempuh yang sama yaitu 15 km, kem aftermarket ini menghabiskan bensin 375 ml. Kalau dihitung per liter, maka 1 liter bensin mampu membuat motor hanya berlari hingga jarak tempuh 40 km.

Kesimpulannya, 1 liter bensin di motor kem standar bisa menempuh jarak 50 km. Sedang 1 liter bensin dengan aplikasi kem racing, hanya menempuh jarak 40 km. Maka ada selisih jarak 10 km antara
kem racing dan standar. Tapi, meski kem racing bikin konsumsi BBM sedikit boros, tapi power dan torsi yang dihasilkan cukup menyenangkan buat mereka yang doyan akselerasi.

Semoga bermanfaat.

motorplus-online

Thursday, May 10, 2012

Uji Oktan Booster. Lebih Irit, Lebih Ngacir


Saat ini banyak sekali beredar Oktan Booster atau peningkat oktan. Katanya mampu menghemat 30-40%. Katanya lagi, dengan menambah aditif ke bensin jenis Premium bisa seperti Pertamax, atau Pertamax bisa jadi Pertamax Plus. Masa sih? :D

Merasa tak yakin, coba dilakukan pengujian. Apa benar bisa hemat bensin atau sebaliknya malah jadi boros. Diambil sample 1 produk peningkat oktan model cair merek Norival Energy Fuel Enhancer tipe G (Gold). Seharga Rp 45 ribu, tiap 1 botol kecil isi 12 ml terkandung minyak atsiri murni. Diteteskan ke bensin dengan perbandingan 1 ml untuk 15 liter, atau 2 tetes untuk 1 liter.

Mari naik ke atas Mesin Dynotest. Menggunakan Dynojet 250i milik Aero Speed di Jl. H Nawi Raya, No. 74, Jakarta Selatan, telepon (021) 7201190. Menggunakan Yamaha Scorpio 2005 karbu PE 28. Pilot-jet 55 dan main-jet 115.

Running pertama hanya Premium. Daya yang didapat 17,21 HP, tapi di rpm bawah, grafik power pertama alami penurunan karena campuran bahan bakar terlalu kaya. “Tapi, di rpm 5.500, grafik AFR berada di 1 : 14,” terang Mohamad Yuda alias Gendung sebagai operator Dynotest.

Kondisi campuran ideal 1 : 14,7. Artinya 1 molekul bensin terbakar tuntas dengan 14,7 molekul udara. Namun realnya supaya motor adem dan awet pasnya 1 : 13. Lebih banyak bensin.


Tes kedua, campuran bensin dan aditif dimasukkan ke tabung khusus agar takarannya jelas. Tabung diisi Premium 500 ml dicampur 1 tetes cairan Norival Gold.

Motor kembali dites dan hasilnya power alami kenaikan jadi 17,59 HP. Bahkan grafik AFR menuju titik 1 : 13,5. Menandakan campuran jadi basah atau kaya bensin, spuyer minta dikecilin. Menggunakan aditif jadi lebih irit, asal spuyer dikecilin 1 step. Atau minimal harus seting setelan angin. Supaya tidak terlalu kaya bensin yang berakibat malah boros dan berkerak.

Terakhir, tes Pertamax murni. Hasilnya, di putaran bawah grafik AFR menunjukan masih terlalu kaya, namun terus melonjak mendekati perbandingan ideal. Dan power yang didapat 17,65 HP atau 0,06 HP lebih kecil dari Premium yang ditetesi cairan. Tapi, angka ini sangat kecil Bisa dikatakan bias.

Semoga bermanfaat

Tuesday, May 1, 2012

Komparasi Karburator KW Sampai Sudco


Bagi pencinta modifikasi motor, setelah boreup kapasitas mesin maka pilihan mengganti karburator berventuri besar menjadi satu keharusan demi menyuplai kebutuhan mesin akan campuran bahan bakar dan udara yang tepat.

Saat ini karburator Keihin PE 28 kian laris bak kacang goreng. Dari mulai versi asli yang berharga mahal sampai imitasi alias KW pun banyak peminatnya. Bahkan yang KW pun banyak pilihannya.

Versi mahal seperti keluaran Sudco dibanderol Rp 1,4 juta. Sedangkan versi KW atau abal-abal hanya Rp 300 ribu. Bikin penasaran, apakah perbedaan terhadap performa motor cukup jauh? Untuk membuktikan itu, pinjam karbu Keihin Sudco 28 dan PE Thailand dari MC Racing. Satu lagi PE abal-abal dari toko lain. Maklum MC Racing tidak jual yang palsu.

Pengujian menggunakan Dynojet 250i milik Aero Speed di Jl. H. Nawi No. 74, Jakarta Selatan, telp. (021)7201190. Motor yang digunakan Yamaha Mio 150 cc spek matic race dengan klep 29/24 mm. CDI BRT busi Denso Iridium dan bensin Pertamax. Yuk diuji...

PE ABAL-ABAL
Karburator PE 28 KW ini memang mirip dengan versi Thailand. Warna bodi karbu abu tua dan tutupnya abu muda. Namun terlihat kurang halus dalam pengerjaan.

Ciri mencolok dari luar, tutup mangkuk karbu ada lubang untuk lewat slang napas. Spuyer tanpa ukuran dan jarum skep gendut. Skepnya mudah baret.

Dalam pengujian menggunakan pilot 45 dan main-jet 120. Dari rpm bawah memang normal. Namun begitu sampai 10.000 rpm, mesin tidak mau ditarik lagi. Bisa jadi karena suplai bensin kurang lantaran jarum yang terlalu gendut. Semburan bensinnya kurang.

Grafik power serta torsi juga berada paling bawah. Artinya akselerasi di bawah PE Thailand dan Sudco.

PE THAILAND
Keihin PE 28 versi Thailand cirinya bodi karbu abu tua dan tutup skep abu muda. Jarum skep sedikit lebih kurus dibanding PE aba-abal. Di pasaran kini langka. Dulunya dijual Rp 500 ribu, kini bisa 850 ribu.

Ukuran pilot-jet, bawaan karbu 42. Sedangkan main-jet 152. Untuk pengujian, sesuai kemauan mesin berdasarkan uji AFR (Air Fuel Ratio) di dinotes, pilot-jet dipasang 45 dan main-jet 120.

Dari grafik power dan torsi terlihat garis merah. Dari putaran bawah sampai 9.000 rpm garisnya berada di tengah atau di atas karbu palsu.

Akselerasi lebih mantap dibanding karbu KW. Dipastikan akan meninggalkan jauh versi KW. Apalagi versi KW di atasnya tidak bisa jalan.

Grafik hasil pengujian. Garis biru PE KW, merah PE Thailand dan hijau PE Sudco

PE SUDCO
Keihin PE 28 Sudco bisa dikatakan racing banget dari tipe PE lainnya. “Dari brosur yang tertera di kardusnya tertulis off road use only,” jelas Miekeel, bos MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakarta Barat. Telepon (021) 62202361.

Cirinya berbeda dari Keihin Thailand atau KW. Di bodi karbu tertera tulisan Keihin yang besar. Tuas cuke menggunakan sistem tarik. Jarum skepnya paling kurus jika dibanding yang lain.

Di mangkuk karbu juga terdapat lubang untuk lewatnya slang napas. Perbedaan lain bodi karbu yang lebih terang dan tutupnya abu tua. Tuas untuk setelan langsam hitam dan lebih kecil.

Perbedaan mencolok di spuyer. Main-jet lebih panjang dibanding PE Thailand atau PE abal-abal. Sedangkan pilot-jet sama saja. Untuk penggantian spuyer tidak perlu bongkar mangkuk karbu. Cukup lepas tutup mangkuk pakai kunci 17.

Untuk keperluan pengujian, sesuai permintaan mesin, pilot-jet dipasangi 45 dan main-jet 120. Dari hasil running di dinotes, terlihat grafik warna hijau. Grafiknya paling atas.

Menandakan paling bagus dibanding yang lain. Dari putaran bawah sampai rpm 10.000 paling bagus. Mantap untuk akselerasi. Sesuai spek yang terlihat di brosur. Karakternya sesuai motor off road yang mementingkan power dan torsi di putaran bawah.

motorplus-online.com

Semoga bermanfaat

Thursday, April 5, 2012

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi


Harga BBM memang belum pasti naik, namun pemilik motor harus sedia payung sebelum hujan. Karena BBM naik harga atau tidak, bikers tetap terus mengaspal untuk melakukan aktifitas.

Namun demi isi dompet gak
melompong, suplai bensin jangan sampai dikebiri. Karena bisa mengaakibatkan makin pendeknya umur komponen mesin. Lalu gimana solusinya bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna. Caranya ialah dengan manfaatkan part-part variasi.

Kem Gendut Faito

Bikin irit BBM juga bisa pakai kem (camshaft) variasi. Jadi, jangan kira semua kem variasi bikin boros bensin. Contoh kem Faito yang pernah dicoba Nurfaizin.

“Faito mengeluarkan 2 tipe kem, yaitu Evo4 dan Turbo. Nah, buat
bikers yang ingin performa mesin motor tetap oke dan irit bensin, silakan pakai yang tipe Turbo,” ujar mekanik yang praktik di Jl. Bekasi Timur Raya, Km. 18, No. 20, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Bisa bikin irit karena bentuk pinggul kem lebih gemuk. Sehingga meskipun klep disetel alus (0,05 mm) masih bisa dan rpm-nya pun cepat naik.

CDI Cheetah Power

BBM untuk motor ada beberapa pilihan. Untuk produk lokal ada Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Memiliki angka oktan berbeda. Agar oktan sesuai perbandingan kompresi dan timing pengapian, butuh CDI yang bisa diseting derajat serta kurva pengapiannya.

Selain merek BRT atau Rextor ada juga Chetah Power. Tipe tertentu ada yang bisa diprogram. “Mengikuti spek motor. Timing pengapian bisa diatur agar pas,” ucap Nurfaizin mekanik Brian Motor.

Timing pengapian yang pas, membuat ledakan besar. Power yang dihasilkan lebih gede dan hemat bahan-bakar.

Pakai Kombinasi Roller Variasi

Sering lewat jalur macet yang butuh akselarasi cepat, apalagi ganti ring dan velg roda depan–belakang lebih besar, bikin beban putar makin berat. Maka meracik ulang komponen di
jeroan CVT matic perlu dilakukan.

Agar tetap enak dipakai harian dan penggunaan dalam kota, cukup dengan melakukan penggantian bobot roller lebih ringan. Sesuai prinsip kerja roller, semakin ringan bobotnya, akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face dan face comp pada drive pulley yang bisa menekan belt ke posisi atas.

“Efeknya, akselerasi makin responsif. Namun agar belt dapat tertekan hingga maksimal, juga butuh berat roller yang ideal. Cuma untuk berat roller, ada dua konsep umum yang bisa dilakukan jika aplikasi roller standar, yaitu aplikasi roller berat seragam atau kombinasi,” timpal Joko, mekanik Sinergi Motor, Jl. M. Yusuf Raya, Depok, Bogor.

Untuk pilihan merek roller, Joko menegaskan banyak produk buat pemakai skubek sesuai tipe dan merek motornya. Namun agar lebih fokus, pastikan penggantian bobot roller terutama yang kombinasi mesti tepat.

Kalau mau lebih responsif lagi, bisa menggunakan per CVT yang lebih keras. Akselerasi lebih cepat dan otomatis menghemat konsumsi BBM.

Semoga bermanfaat

Wednesday, March 14, 2012

Ganti Cakram Depan Lebih Pakem

Saat ini marak beredar penjual aksesoris motor yang menjajakan disk (cakram) aftermarket berdiameter lebar baik bertipe rigid, semi floating maupun yang full floating. Memang sebuah keuntungan bagi user yang doyan mempercantik tampilan dan performa tunggangan kita. Disamping terlihat lebih gahar dan berisi dengan cakram lebar, juga membuat daya pengereman lebih maksimal dan smooth disegala kondisi.

Lho, kenapa begitu?
Mari kita simak ulasannya. 


Kenapa disk lebar lebih pakem ketimbang disk berdiameter mungil?

Karena disk yang digunakan untuk melakukan pengereman setelahnya menjadi panas, bahkan bisa overheat. kalau terjadi overheat, pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan bisa tidak mengerem (loss).

Secara logika, semakin panas disknya semakin berkurang daya pengeremannya. Itulah kenapa disk berdiameter besar lebih pakem, karena lebih banyak dan besar area dingin dan tidak cepat panas ketimbang disk berdiameter imut.


Beda disk Non Floating (rigid) dengan disk Semi/Full Floating?

Sekarang banyak disk aftermarket yang berpenampilan palsu seperti disk floating. Sekilas seh mirip! Yang membedakan adalah pada disk floating bagian yang kena kampas rem dan bagian yang nempel ke teromol terpisah dan disk semi/full floating ini juga punya kemampuan khusus. makanya beda harga terpaut jauh antara disk non floating dengan disk floating asli.

Disk original Honda BeAT (non floating): 


Disk floating tiruan: 


Spoiler for disk full floating: 


Efektifkah penggantian disk original ke disk Full Floating?

Biasanya, disk semi/full floating hanya dipakai di arena balap motor ataupun motor gede (moge) karena kemampuannya sangat bagus dalam pengereman, terutama jika ditandem dengan kaliper radial.

Kaliper radial (kaliper racing/ex. moge) adalah kaliper yang posisinya diam, gak ada jarak gerak. gak seperti kaliper original yang bisa bergerak bebas mengikuti tekanan piston. Karena biasanya kaliper radial pistonnya menekan dari dua arah, dari luar dan dalam. Jadi disk benar-benar di jepit (oleh minimal 2 piston berseberangan 1 di luar, 1 di dalam) dan cakram full floatinglah yang bergerak menyesuaikan tekanan permukaan kampas rem.
Kalau kaliper biasa, hanya menekan dari luar, jadi saat ada tekanan dari piston, kaliper bisa bergerak untuk menyesuaikan tekanan dari piston terhadap permukaan disk yang rigid.
Jadi memang lebih tepatnya kalo kaliper biasa tandemnya adalah disk non floating. sedangkan kaliper radial pasangannya adalah disk semi/full floating.

Kenapa bisa begitu ?

Gampangnya adalah kaliper radial yang posisinya diam, dan cakram full floating yang bergerak menyesuaikan tekanan. Sedangkan kaliper biasa yang posisinya bergerak, dan cakram non floating yang diam untuk menyesuaikan tekanan.

Perbedaan kaliper biasa dan radial: 

So, daripada mubazir beli disk Full Floating mending lebihnya buat beli Selang Rem Racing, 

Lho kenapa harus racing???

Karena selang rem original yang bahannya terbuat dari material karet dibuat mengembang untuk menghindari lock braking. Sedangkan selang rem racing identik dengan wujud mungil terbungkus pilinan kawat baja. semakin mungil selang tersebut semakin cepet pula dorongan minyak rem dari master ke kaliper akibatnya handel ditarik sedikit langsung kerasa cangkeramannya. Lebih pakem kan??

Selang rem racing: 

Semoga Info Ini Bermanfaat

Tuesday, March 13, 2012

Subtitusi Karet Vakum Karburator : Tebal, Enggak Gampang Melar


Kerja karburator vakum mengandalkan material karet untuk mengangkat skep. Namun karena dibuat dari karet, malah cepat kena alergi bensin. “Jadi, karena sifat karet yang gampang melar jika terkena minyak, kita perlu memilih bahan lebih kuat,” kata Andy Mulki dari Cahaya Logam Motor (CLM) di Bates Kreo, Ciledug, Tangerang. 
 
Menurut Ko An, sapaan akrabnya, jika karet vakum sudah melar, bisa timbul banyak masalah. “Biasanya dimulai dengan penyakit susah mengatur langsam motor. Karena posisi karet sudah enggak ngeplak lagi di tempat seharusnya,” kata pria yang pernah berguru ke almarhum Om Chia alias Michael Iskandar.
Itu sekaligus membuktikan bahwa pada karburator sistem vakum kondisi karet punya pengaruh atau peran besar. Karenanya, disarankan saat perawatan motor sampai membongkar atau membersihkan karburator, perlu dicek kondisi karet. Pastikan apakah sudah keras, melar atau bahkan mungkin sudah ada yang robek. Jika sudah begini, tibalah saatnya untuk mengganti.

Cara memeriksanya bisa dengan diraba. “Jika sudah melar kan bisa terasa, bisa juga dengan sedikit menarik-nariknya. Tapi jangan sampai sobek,” pesan Ko An lagi.
Lanjut! Berdasarkan pengalaman selama ini, Ko An banyak menemukan karet vakum yang bisa saling menggantikan. Maksudnya dapat saling tukar pakai. Dari satu merek sama, atau gak masalah juga diambil dari merek lain.
Tentu harus dilihat terlebih dahulu juga. Apakah ukuran yang dicari memang sudah sesuai.

Berikut beberapa tipe yang bisa saling disubstitusi :

Honda
Karet vakum Honda sama semua. Motor yang sudah menggunakan karburator dengan sistem seperti ini, kayak BeAT, Vario dan Scoopy. “Kalau Honda itu ya semuanya sama, tidak ada yang berbeda. Jadi, jika terjadi kerusakan atau harus ganti antar skubek tadi, boleh saling pakai,” cerita mekanik yang ubannya sudah dominan menguasai rambut di kepalanya.
“Konon ada juga yang menjual dengan bilang karet made-in Thailand. Tapi saya rasa sama saja kok kualitasnya,” tambah pria ramah ini. Untuk harga, karet vakum buat Honda biasa di kisaran Rp 20 ribu.

Yamaha
Yamaha Mio tidak bisa membeli karet vakum aja. Harus beserta skep sekalian. Tapi, untuk Nouvo malah bisa. “Nah, untuk Skutik Yamaha ini memang ada sedikit perbedaan pada kedua skubeknya itu, Nouvo bisa beli karetnya saja,” tambahnya.
Jika harus mengganti, maka karet buat Nouvo tadi bisa menggunakan punya Suzuki Satria F-150. “Secara kualitas karet FU tadi sama saja dengan punya Nouvo. Hanya saja jika ke toko spare-parts, punya Nouvo tidak ada, bisa juga beli punya FU,” pesannya bagi para pemilik Nouvo.

Suzuki
Buat Suzuki, sangat direkomendasikan oleh Ko An untuk memilih atau menggunakan punya Suzuki FXR. “Sebab karet vakumnya tebal dan mantap, jadi sudah pasti lebih awet,” ungkap Ko An.
Tapi, ternyata punya FXR ini ada kelemahan. Yaitu di soal harga yang memang jauh lebih mahal. “Terakhir cek harga, di jual lebih dari Rp 150 ribu, sementara yang standar Spin hanya Rp 30 ribuan,” sebutnya.
Memang Spin, Skywave, Skydrive bahkan Hayate direkomendasikan mekanik ini untuk menggunakan punya FXR. Bahkan Thunder 125 juga bisa!

Semoga Info Ini Bermanfaat

Monday, March 12, 2012

Tips Merawat Karburator Vakum (CV)


Hindari Debu dan Kompresor
Benda tajam dan kompresor adalah pemicu utama karet vakum bocor. Sesuai sistem kerjanya yang lebih stabil mensuplai gas bakar, karburator motor tipe CV (Constant Velocity) didukung karet vakum untuk buka-tutup piston skep. Namun terbukti jauh lebih senstitif dibanding tipe PV (Piston Valve).

Apa sebab? Konon peranti yang menuju fuel injection ini, gerak piston skep enggak ditarik grip gas, melainkan dari kebalikan piston saat mengisap udara dan bahan bakar. Semakin besar isapan, ruang di karet vakum semakin rendah hingga dapat mengangkat piston skep ke atas.

Karena alasan itu, wajar kalau perlakukan atas karbu CV sedikit berbeda walaupun prinsip perawatannya sama. Pastikan ruang di bagian dalam karbu CV harus bersih dari debu dan kotoran yang jadi penyebab timbulnya kerak. Soalnya, kerak itu pemicu gerak piston skep lambat bahkan terkunci.


Jangan lepas filter dan sering ganti filter baru.
Makanya biasakan mengganti filter udara sesuai prosedur waktu penggantian. “Usahakan selalu pakai filter udara dan jangan sampai dilepas, karena udara di luar belum tentu bersih dari debu atau partikel penyebab kerak di piston skep,” ujar Didin Rosidin, mekanik Castrol Bike Point Oryx Motor di Soreang, Bandung.


Selain rajin ganti filter udara, karet vakum yang ada di kepala karbu CV usahakan jangan sering diutak-atik jika memang tidak harus dilepas. Apalagi karet diafragma itu rentan benda tajam apalagi udara bertekanan tinggi.


Kalau enggak ada masalah dengan kevakuman, karet vakum disarankan jangan sering dilepas apalagi dicuci pakai cairan penyebab karet jadi kaku. “Jangan pula biasakan karet vakum atau lubang venturinya dibersihkan pakai bantuan udara bertekanan atau angin kompresor. Dikhawatirkan justru malah akan merusak atau bahkan merobek karet vakum,” timpal Eksa Syahputra alias Medi, mekanik dari Medi Speed di Jl. Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan.


Dan yang harus jadi perhatian lebih adalah buat tunggangan atau motor yang sudah mengadopsi karbu CV semisal Honda Beat, Yamaha Mio, dan lainnya biar komponennya lebih awet dianjurkan untuk membiasakan menggunakan bahan bakar unleaded (non timbel). Itu karena timbel yang enggak ikut terisap akan menumpuk di bodi piston skep. Alhasil, gerak skep jadi semakin lambat.




Friday, March 9, 2012

Tips Memilih Oli Mobil Yang Tepat (Bagian III)


Melanjutkan klasifikasi dari oli mesin mobil yang tepat pada bagian I dan bagian II, maka penulis ingatkan kembali mengenai fungsi, jenis, dan kekentalan oli mobil yang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin.

Kualitas
Kualitas oli mobil disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute).
Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001.
Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk katagori sebelumnya.
Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya.
Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli mobil SH didesain untuk mesin yang lebih lama.

Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark-plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya katagori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai katagori yang tepat karena oli mobil diesel berbeda dengan oli mobil bensin karena karakter diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli Mobil jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli mobil tetap bersih.

Sebagai tambahan, bila oli mobil yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kireja mesin bahkan merusaknya.

a. API mesin bensin
* SM (Current)
Diperkenalkan pada 2004. Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang ada pada saat ini. Oli mobil jenis ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.

* SL (Current)
Diperkenalkan pada 1 Juni 2001.Oli mobil ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit lebih baik. Juga bisa mengkonsumsi oli lebih rendah. Beberapa oli mobil ini juga cocok dengan
spesifikasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

* SJ (Current) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua
* SH (Obsolete): Untuk mesin generasi 1996 atau sebelumnya
* SG (Obselete): Untuk mesin generasi 1993 atau sebelumnya
* SF (Obsolete): Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya

b. API mesin diesel
* CJ-4
Diperkenalkan pada tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain
untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli mobil dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli-oli mobil dengan kategori API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di bawahnya.

* CI-4
Diperkenalkan sejak 5 September 2002. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Oli mobil CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.

* CH-4
Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli mobil CD, CE, CF-4, dan CG-4.

* CG-4
Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.

* CF-4
Diperkenalkan sejak 1990. Untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Bisa dipakai pada oli CD, dan CE.

* CF-2
Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.

* CF
Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin off road, indirect injected dan beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan belerang/sulfur di atas 0.5%. Bisa mengganti pada oli CD.

Kontaminasi
1. Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli mobil.
    Terdapat delapan macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli mobil yakni
   Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli mobil melalui embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli mobil yang tipis kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis.
    Kepulan asam hitam dan kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.
3. Bahan Bakar
4. Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
5. Ethylene gycol (anti beku).
6. Produk-produk belerang/asam.
7. Produk-produk oksidasi Mengakibatkan oli mobil bertambah kental.
    Daya oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk.
8. Produk-produk Nitrasi. Nitrasi nampak pada mesin berbahan bakar gas alam.

Semoga Info Ini Bermanfaat

Tips Memilih Oli Mobil Yang Tepat (Bagian II)

Melanjutkan klasifikasi dari oli mesin mobil yang tepat sebelumnya, maka penulis ingatkan kembali mengenai fungsi dan jenis oli mobil yang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin.

Kekentalan (Viskositas)

Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli mobil yanh paling rawan karena berkaitan dengan ketebalan oli mobil atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir.
Kekentalan oli mobil ini langsung berkaitan dengan sejauh mana oli mobil berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam.

Semakin kental oli mobil, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental.Lapisan halus pada oli mobil yang kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi.

Sebaliknya oli mobil yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli mobil pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli mobil harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE).

Bila pada kemasan oli mobil tersebut tertera angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil terbaru punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30.

Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli mobil yang encer.

Tak baik menggunakan oli mobil kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli mobil pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli mobil kental untuk menjaga tekanan oli mobil normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.

Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan.
  1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia
  2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris
  3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia

(bersambung ke Bagian III, habis)