Honda BeAT 2012

Pilihan Warna dan Striping Baru.

Memanfaatkan Jejaring Sosial Untuk Karir

Kini jejaring sosial tak lagi hanya sebagai media eksistensi pribadi, tetapi juga tempat berbagi informasi dan kebutuhan, termasuk kebutuhan akan pekerjaan.

Berkendara Aman di Musim Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur, perlu kewaspadaan handling. Daya gigit ban dan aspal berkurang karena jalan licin.Waspadai beberapa bagian agar cengkraman roda terhadap aspal tetap terjaga.

Cari Kerja Mudah dengan Internet

Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan.

Pembakaran Maksimal, BBM Irit dengan Part Variasi

Dengan manfaatkan part-part variasi. Solusi bikin gas bakar yang dibeli benar-benar terbakar maksimal dan menghasilkan performa sempurna.

Showing posts with label info karir. Show all posts
Showing posts with label info karir. Show all posts

Tuesday, April 10, 2012

Cari Kerja Mudah dengan Internet


Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan. Disamping merupakan sumber informasi terbesar akan kesempatan kerja yang tersebar di Internet juga memiliki kelemahan, pencari kerja sekarang bertanya-tanya di mana mencari peluang yang relevan dengan mereka?
Berikut ini beberapa sumber yang bermanfaat bagi para pencari kerja.

Jobsite
Banyak jobsite dapat ditemukan di internet, situs penyedia lowongan kerja yang menampilkan lowongan pekerjaan yang hampir terdapat di semua wilayah. Dengan Menyingkirkan lowongan pekerjaan yang tidak relevan dari hasil pencarian dengan menggunakan pilihan pencarian di situs tersebut. Hal ini membuat Anda fokus dan menghemat banyak waktu dan uang Anda. Cobalah untuk menentukan sebanyak yang Anda dapat, misalnya jarak maksimum Anda ingin melakukan perjalanan dan jumlah jam yang Anda inginkan.
Sebagian besar jobsite menawarkan kesempatan untuk
mendaftar sebagai pencari kerja dan memungkinkan Anda memperoleh email harian yang berisi lowongan pekerjaan terbaru yang relevan untuk Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk melacak peluang kerja terbaru tanpa harus melakukan pencarian setiap hari. Contoh jobsite penyedia lowongan pekerjaan terbesar secara gratis adalah www.karir.com. Disini Anda dapat memperoleh informasi lowongan kerja terbaru yang fokus pada bidang, fungsi kerja, wilayah dan lulusan tetentu.

Social Media
Semakin banyak orang yang mengakses situs media sosial setiap harinya. Situs-situs ini tidak hanya memungkinkan Anda untuk bersosialisasi dengan teman, tetapi juga dapat membantu Anda untuk menemukan pekerjaan baru. Mendaftar dengan Facebook atau Twitter dan biarkan orang tahu Anda sedang mencari peluang kerja baru. Tentu saja tidak ada yang menghentikan Anda dari aktif mencari situs-situs lowongan kerja sendiri. Sebagai contoh, www.karir.com juga memasang iklan lowongan pekerjaanya di Facebook dan Twitter.

Search Engine
Ketika Anda memasukkan kata kunci di search engine seperti Google atau yahoo maka akan muncul halaman yang cocok dan relevan dengan kata kunci tersebut. Mengapa hal ini tidak dilakukan saat Anda sedang mencari peluang karir dan ingin mengirimkan lamaran kerja di perusahaan yang Anda tidak tahu alamat lengkapnya. Contohnya jika Anda ingin mencari lowongan pekerjaan di daerah Jakarta, maka Anda cukup memasukkan kata kunci lowongan kerja jakarta di search engine maka akan muncul halaman yang cocok dengan pencarian Anda. Begitupula dengan kata kunci lowongan, lowongan it, lowongan akuntansi, lowongan sales, lowongan marketing, lowongan hrd, lowongan desain, lowongan admin, lowongan pekerjaan, karir, lowongan kerja, lowongan kerja jakarta, lowongan kerja bandung, lowongan kerja surabaya, lowongan kerja medan, lowongan kerja jogja, lowongan kerja solo, lowongan kerja malang, lowongan kerja tangerang, lowongan kerja bekasi, lowongan kerja makassar, bursa kerja, cari kerja, lamaran kerja, company, opportunity, career, jobs, job fair, vacancies, employment, dan karier.

Semoga Bermanfaat

Monday, April 2, 2012

Pertanyaan Yang Harus Dihindari Saat Interview

Seperti juga banyak pertanyaan yang kerap diajukan saat interview, ada pula sederet pertanyaan yang sepatutnya Anda hindari saat diberi kesempatan untuk bertanya pada pewawancara saat interview berlangsung. 

Apa saja pertanyaannya dan mengapa Anda harus menghindarinya?

  1. Kapan kira-kira saya bisa mendapatkan kenaikan gaji?
Kesan "rakus" akan tampak pada Anda dengan mengajukan pertanyaan ini. Maka, untuk tetap mengetahui sedikit gambaran tentang penghargaan perusahaan terhadap kerja keras Anda dalam bentuk uang, ajukanlah pertanyaan seperti "seberapa sering perusahaan melakukan penilaian terhadap pekerjaan karyawan?"

  1. Berapa lama biasanya karyawan mendapatkan promosi?
Fokuskan pertanyaan Anda seputar pekerjaan, karena interview adalah proses menuju didapatkan atau tidaknya sebuah posisi. Maka, jangan tanyakan hal ini saat interview berlangsung.

  1. Apa yang harus saya lakukan agar diterima bekerja?
Pihak SDM memang menyukai kandidat yang memiliki motivasi, tapi tidak dengan yang berlebihan, termasuk kandidat yang mengajukan pertanyaan seperti ini. Anda akan terkesan sangat mengiba untuk menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Sebagai alternatif, tanyakan pertanyaan seperti "Kapan kira-kira keputusan hasil interview akan saya dapatkan?".

  1. Berapa lama saya harus bekerja sebelum mendapatkan cuti?
Hindari pertanyaan ini bila tak ingin pewawancara menilai Anda lebih tertarik pada liburan dan bersenang-senang daripada posisi yang ditawarkan. Ingatlah selalu, interview adalah proses untuk mendapatkan pekerjaan. Maka, pertanyaan mengenai hal lain yang tak terkait langsung dengan hal tersebut sebaiknya disimpan sampai waktu yang tepat untuk diajukan.

Semoga bermanfaat

Monday, March 12, 2012

4 Cara Mengalahkan Keraguan


Rasa ragu sering menghampiri setiap orang dalam semua sisi kehidupan yang dialaminya. Dalam dunia karir, keraguan dapat berbentuk ragu pada kemampuan diri dalam usaha menggapai kesuksesan. Ada 5 langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menepis perasaan ini.

  1. Ketahui sebab keraguan
Rasa ragu sering kali datang karena dipicu oleh sebab-sebab yang Anda sadari ataupun tidak. Oleh karena itu, ketahuilah hal-hal yang membuat Anda ragu. Sebab-sebab tersebut bisa berasal dari luar (orang lain) atau dari diri sendiri (tak percaya diri). Lalu, ingat kembali masa ketika Anda memperoleh suatu kesuksesan yang berawal dari keraguan. Yakinkan diri bahwa Anda dapat meraih keberhasilan lagi.

  1. Hapus pikiran yang meragukan
Pikiran Anda berperan penting atas apa yang dirasakan, termasuk keraguan. Usahakan menghapus pikiran buruk yang mengarahkan Anda pada pesimisme. Buat daftar sesuatu yang ragu Anda lakukan, lalu tambahkan fakta-fakta baik yang mendukung rencana Anda melakukan hal tersebut.

  1. Catat kegiatan dalam sehari
Untuk meningkatkan keyakinan Anda pada diri sendiri, dia akhir hari, catat kegiatan yang telah Anda lakukan seperti “tiba di kantor tepat waktu”dan pisahkan berdasarkan pencapaiannya, yaitu “berhasil” atau “gagal”. Niscaya, dari daftar tersebut, ada jauh lebih banyak hal yang “berhasil” daripada yang “gagal”.

  1. Dukungan orang-orang terdekat
Terkadang, orang -orang di sekitar mengenal Anda lebih baik dari diri Anda sendiri. Ceritakan pada mereka keraguan yang Anda rasakan dan bersiaplah menerima respon baik dari mereka yang mengejutkan Anda. Jangan lupa untuk berbagai kesenangan dengan orang-orang terdekat setelah Anda sukses melakukan rencana yang diawali keraguan tersebut.

Semoga bermanfaat

Thursday, March 1, 2012

Tips Sukses Menghadapi Job Fair


Job fair merupakan tempat yang sangat baik untuk membangun jaringan dan lahan pekerjaan. Tapi job fair berskala besar tentu terlalu ramai, kompetitif, dan membingungkan. Ratusan pengusaha dan ribuan pencari kerja akan berpartisipasi disana, sehingga mustahil bagi Anda untuk mengunjungi semua stan. Anda dapat dengan mudah kehilangan kesempatan pekerjaan ideal Anda ketika mencoba untuk masuk melalui kerumunan. Tetapi ada cara untuk membuat sebagian besar waktu Anda di ruang bursa kerja dan mengalahkan pesaing Anda secara adil.

* Jika penyelenggara job fair memiliki iklan di surat kabar atau situs web, carilah daftar perusahaan peserta yang paling menjanjikan untuk Anda sambangi. Baca profil pengusaha jika tersedia, untuk membantu Anda menjawab pertanyaan klasik, "Mengapa Anda ingin bekerja untuk kita?"
Semakin Anda tahu tentang masing-masing, tentu akan semakin baik.

* Rencanakan untuk men-drop setidaknya 25 resume ke bursa kerja. Format scannable mungkin cara terbaik dalam job fair, karena menampung sebagian besar perusahaan dengan cara mengajukan dan mendistribusikan resume Anda ke rekan-rekan mereka. Anda mungkin juga harus membawa beberapa resume berformat mewah dan menjual sebagai pilihan. Dan jangan lupa bawalah alat tulis.

* Sebelum bursa kerja berlangsung, persiapkan diri untuk wawancara di tempat, gaya ringkasan dalam beberapa menit atau kurang. Dengan kata lain, bersiaplah untuk segera menjual keterampilan, bakat dan pengalaman Anda.

* Persiapkan diri Anda untuk mengisi aplikasi pekerjaan di tempat. Kecuali jika Anda tidak diarahkan untuk itu, lakukan yang terbaik. Anda siap untuk mengalahkan pesaing Anda untuk itu.

* Tiba beberapa menit lebih awal pada bursa kerja, untuk proses pendaftaran dan merencanakan serangan Anda. Ambil peta stan jika tersedia, dan rute jalan Anda untuk pengusaha yang ditargetkan.

* Kunjungi perusahaan yang ditargetkan pertama kali dengan resume di tangan Anda, dan habiskan waktu berkualitas Anda disana. Tapi, ingat bahwa mereka memiliki banyak pencari kerja lain yang menunggu. Setelah Anda mencapai semua target Anda, kunjungilah stan perusahaan lain dan bangunlah jaringan disana.

* Ketika mengakhiri percakapan Anda dengan perusahaan, tunjukkan minat Anda dengan meminta mereka apa langkah berikutnya. Tanyakan apakah tidak apa-apa untuk mengirim surat tindak lanjut beberapa hari kedepan. Tetapi jika mereka mengatakan mereka akan menghubungi Anda, jangan berharap terlalu banyak.

* Ingatlah nama perusahaan yang telah Anda sambangi di bursa kerja, sehingga Anda tidak menyambanginya lagi di lain tempat dalam waktu dekat.

* Kumpulkan kartu nama atau kontak informasi saat Anda pergi, dan jangan menindaklanjuti dalam waktu 24-48 jam dengan surat ucapan terima kasih kepada setiap perwakilan dengan siapa Anda berbicara. Mematuhi ini mungkin akan membuat Anda menonjol dalam pikiran mereka, untuk membantu Anda mendapat wawancara lanjutan.

* Setelah itu, kunjung situs penyelenggara job fair secara berkala. Upload resume Anda jika Anda belum melakukannya. Jika penyelenggara job fair tidak menawarkan pilihan ini, kunjungi situs perusahaan yang Anda minati karena mungkin mereka membuka lowongan kerja terbaru. Tapi jangan membombardir dengan resume Anda, karena akan muncul anggapan bahwa Anda tidak terorganisir dan tidak mencatat. Satu riwayat hidup dalam tiga sampai enam bulan sudah cukup. Jika Anda ingin tahu apa yang terjadi dengan resume Anda atau jika Anda melihat posisi baru, mengirim surat tindak lanjut adalah gantinya. Perusahaan akan memberitahu Anda jika Anda harus mengirimkan resume Anda lagi.

Semoga bermanfaat

Wednesday, February 22, 2012

Langkah Sederhana Menjadi Sukses


Kesuksesan memiliki arti berbeda bagi setiap orang. Banyak yang berpendapat, sukses didapat dengan melakukan hal-hal besar. Namun, kesuksesan sesungguhnya berasal dari hal-hal sederhana, dan dimulai dari cara berpikir Anda. Berikut langkah-langkah mudah menuju kesuksesan dan kepuasan hidup yang dapat Anda lakukan.
  1. Lakukan hal yang Anda takutkan sebelumnya. Istilah populernya adalah "getting outside of your comfort zone", atau "keluar dari zona nyaman". Biarkan mental Anda menjadi kuat dengan menghadapi tantangan dan mengatasi kesulitan.
  2. Bertemu orang-orang baru. Berusaha untuk bertemu dan mengenal orang baru setiap hari akan membuat Anda mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik karena perilaku orang lain adalah cerminan diri Anda sendiri.
  3. Mulai jadi pemimpin. Mencoba jadi pemimpin dalam setiap bagian hidup Anda akan meningkatkan rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinan. Jadilah penyelenggara seminar, atau atur rencana berlibur untuk keluarga besar Anda.
  4. Ikuti pelatihan atau workshop. Pilih tema yang Anda sukai, daftarkan diri, dan dapatkan pengetahuan baru yang memperkaya pemikiran Anda di pelatihan atau workshop.
  5. Baca buku. Kurangi menonton TV, sisakan lebih banyak waktu untuk membaca buku. Buku yang baik akan memperluas pandangan hidup dan mengubah cara Anda memaknai hidup.
Tunggu apa lagi. Mulailah sukses Anda dari sekarang dengan hal-hal sederhana.
Semoga bermanfaat

Tuesday, February 21, 2012

Terlalu Ingin Menjadi Super Mom Dapat Sebabkan Wanita Depresi


Jakarta, Wanita yang dapat menjalani dua peran, yaitu sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karir seringkali disebut sebagai super mom. Menjadi super mom memang sangat sulit karena menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir bukanlah persoalan yang mudah.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa, seorang wanita karir kurang mungkin mengalami depresi daripada ibu rumah tangga yang seringkali hanya tinggal di rumah. Namun, wanita karir yang mempunyai target bahwa seorang wanita harus mampu menyelesaikan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga yang baik berada pada risiko lebih besar untuk mengalami depresi.

Sedangkan wanita yang memiliki harapan yang lebih realistis mengenai kehidupan keluarga dan karir memiliki risiko depresi yang lebih rendah. Para wanita yang memiliki harapan realistis tersebut biasanya akan memilih salah satu antara karir dan keluarga. Dan kebanyakan di antara wanita tersebut akan memilih keluarga.

"Dengan memiliki pekerjaan dapat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental secara keseluruhan pada wanita. Hal tersebut pada akhirnya merupakan hal yang baik untuk diri sendiri dan keluarga. Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga memang cukup sulit, sehingga jangan merasa gagal jika memang sulit untuk menyeimbangkan keduanya," kata Katrina Leupp, seorang mahasiswa pascasarjana sosiologi yang memimpin penelitian dari University of Washington seperti dilansir dari MSNHealth, Senin (21/11/2011).

Peneliti telah menganalisis data dari Departemen Tenaga Kerja, yang mencakup 1.600 wanita menikah dengan usia sekitar 40 tahun pada tahun 2006. Para wanita tersebut telah disurvei pada tahun 1987, yaitu ketika mereka berusia sekitar 20 tahun.

Para partisipan disurvei mengenai pemikirannya tentang seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir. Wanita karir yang merangkap sebagai seorang ibu memiliki risiko lebih besar mengalami depresi di kemudian hari daripada mereka yang berpikir wanita harus tinggal di rumah untuk membesarkan anak-anak.

"Bahkan, para wanita muda yang merasa mampu dapat menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga pun memiliki gejala depresi ketika mereka berusia 40 tahun. Hal tersebut tidak jelas penyebabnya. Tetapi wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk menjadi super mom mungkin merasa sangat buruk dan tertekan ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga. Mungkin para wanita tersebut akan merasa sangat bersalah ketika harus meninggalkan pekerjaan lebih awal untuk menjemput anaknya. Padahal kondisi tersebut merupakan hal yang wajar," kata Leupp.

"Memiliki ibu yang juga merupakan wanita karir dapat membuat orang lebih sadar akan kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Tetapi juga dapat memberikan figur atau peran yang menunjukkan bahwa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga adalah sangat mungkin dan lebih bermanfaat. Dan keduanya dapat berjalan dengan sangat baik. Lebih memaafkan diri sendiri ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga mungkin dapat membuat wanita karir lebih terhindar dari depresi," kata Leupp.

Secara umum hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, pekerjaan memang mempunyai manfaat untuk kesehatan mental seorang wanita. Hasil survei menemukan bahwa, ibu rumah tangga lebih mungkin mengalami depresi pada usia 40 tahun dibandingkan wanita yang bekerja, terlepas sudah memiliki anak ataupun belum. Namun, pada wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk dapat menjadi super mom juga akan memiliki risiko depresi yang tinggi.

Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Sociological Association di Las Vegas.

Monday, February 20, 2012

Tips Agar Sukses Belajar dan Berkarir


Bila Anda ingin mengasah ilmu sekaligus berkarir, kembali ke bangku kuliah adalah pilihan tepat. Ketahui apa saja langkah agar sukses tak hanya Anda raih dalam pekerjaan, namun juga pendidikan.

1. Jurusan yang tepat
Ketahui minat Anda. Pilihan jurusan yang tepat dan sesuai minat membuat aktivitas belajar dan bekerja dijalani lebih ringan dan menyenangkan.

2. Atur rencana lulus
Pendidikan adalah investasi dengan keuntungan yang tak terbatas waktu. Namun, jangan lupa mengatur rencana kapan Anda harus menyelesaikan pendidikan, agar manisnya keuntungan dapat dirasakan, terutama untuk perkembangan karir.

3. Beritahu atasan
Beritahu atasan mengenai rencana pendidikan Anda. Lebih untung lagi bila atasan mendukung dan mengharapkan hasil baik dari pendidikan Anda, yang kelak ilmunya menguntungkan perusahaan.

4. Disiplin
Atur waktu, rencanakan apa saja kegiatan yang akan dilakukan per minggu, atau bahkan per hari. Pisahkan konsentrasi bekerja dengan kuliah. Dan, jangan panik bila ada rencana yang tak berjalan sesuai harapan.

Usahakan untuk selalu menjaga keseimbangan antara bekerja, kuliah, mengerjakan tugas, dan istirahat. Jangan lewatkan waktu istirahat karena itu justru akan mengurangi performa bekerja dan kualitas belajar Anda.

6. Sediakan quality time
Sesibuk apapun Anda, selalu ada kebutuhan akan keluarga dan interaksi sosial. Habiskan akhir pekan Anda dengan keluarga, atau bersantai dengan teman di tempat-tempat kesukaan Anda.

Semoga bermanfaat

Friday, February 17, 2012

8 Cara Agar Bersemangat Setiap Hari

Karir yang bagus sangat diperlukan dalam hidup. Tentu dalam meniti karir harus didukung dengan semangat yang kuat. Nah, bagaimana cara menumbuhkan dan mempertahankan semangat dalam diri? Simak 8 tips praktis ini agar semangat Anda bisa terus diperbarui setiap hari.
  1. Bangun pagi
Mengawali hari lebih pagi dapat meningkatkan perasaan positif, termasuk semangat dan motivasi.
  1. Olah raga singkat
Tak perlu lakukan olah raga berat. Cukup berlari keliling lingkungan rumah Anda, atau bila malas berlari, bersepeda pun pilihan yang baik.
  1. Senyum
Sebuah senyuman membawa energi positif pada setiap orang yang melakukannya. Percayalah, Anda akan sulit berpikiran buruk mengenai hari yang akan dihadapi bila sedang tersenyum.
  1. Temukan hal unik
Selalu ada hal menarik yang bisa ditemukan dalam rutinitas sehari-hari. Nikmatilah. Rasakan keindahan hari dari hal-hal kecil di sekitar Anda.
  1. Hindari orang-orang negatif
Ya, orang dengan perkataan, pikiran, dan perasaan negatif ada di mana-mana. Hindari mereka saat Anda mencoba memotivasi diri sendiri.
  1. Belajar nikmati aktivitas
Tak setiap hari Anda bisa melakukan sesuatu yang disukai, yang dapat menyenangkan Anda. Maka, belajarkah menikmati setiap aktivitas yang dijalani setiap hari.
  1. Kata-kata positif
Mulailah pembicaraan dengan kalimat positif saat bertemu rekan, bahkan di saat perasaan Anda sedang tak sebaik biasanya. Kata-kata positif mempengaruhi perasaan Anda untuk menjadi lebih baik.
  1. Menegur lebih dulu
Salah satu ciri orang yang bersemangat adalah ia akan menegur duluan siapapun yang dikenalnya. Lakukan hal ini setiap hari dan lihat bagaimana pengaruh positif bisa tercipta di sekitar Anda.

Tetap semangat!


Tuesday, February 14, 2012

Mencari Karir Bagi Lulusan Baru


Seorang yang baru saja lulus dari masa kuliahnya akan menghadapi kekhawatiran baru yaitu mendapatkan pekerjaan. Terlebih lagi, persaingan semakin ketat dengan bertambahnya lulusan universitas dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Untuk menghadapi situasi ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:
  1. Persiapkan resume dan lamaran sebaik mungkin
Beda jenis pekerjaan, beda pula bentuk resumenya. Ketahui perbedaan ini. Bila perlu, tanyakan kepada orang yang telah ahli mengenai masalah ini. Setelah berhasil membuatnya, pastikan resume dan surat lamaran dibaca orang lain yang memiliki ketelitian tinggi. Ini dilakukan agar resume dan lamaran bebas kesalahan ketik (typo).
  1. Bangun jejaring
Tak hanya secara virtual, alias jejaring sosial (social network), jejaring dapat dibangun secara nyata dengan teman kuliah, bahkan dengan dosen. Tak menutup kemungkinan dosen yang paling Anda hindari justru yang memiliki banyak informasi dan link ke pekerjaan impian.
  1. Sabar dan gigih
Selalu dibutuhkan proses untuk mendapatkan sesuatu, termasuk karir yang diinginkan. Maka, usahakan untuk terus memantau job posting yang dikirim ke email Anda dari situs penyedia kerja langganan Anda. Pilih lowongan yang diminati dan lakukan apply (pengiriman lamaran) secara instan. Jangan malas juga untuk melakukan 'research' kecil-kecilan pada perusahaan yang Anda inginkan untuk mengetahui informasi lowongan mereka.
  1. Persiapkan wawancara kerja
Interview alias wawancara kerja mungkin terasa sangat menegangkan bagi para lulusan baru. Karena itulah, hadapi interview sebagai suatu langkah perusahaan untuk mengetahui Anda lebih dekat, bukan sebuah bentuk interogasi yang menakutkan Anda. Ketahui apa saja pertanyaan-pertanyaan umum interview dan berlatihlah menjawab pertanyaan tersebut sebelum menjalani wawancara kerja.
(mps)

Monday, February 6, 2012

Jadikan Prestasi Sebagai Nilai Tambah

Bisakah Anda menyebutkan apa saja prestasi yang sudah diraih selama ini?. Terlepas dari masa kerja, bisa jadi Anda sudah tergolong senior, apalagi jika Anda ingin mengembangkan sayap menuju jenjang karir yang lebih tinggi, baik di perusahaan yang sekarang atau perusahaan lain yang lebih bonafit.

Deskripsi mengenai prestasi tentu akan jauh lebih menarik ketimbang deskripsi tugas yang selama ini digeluti. Bahkan, akan memberikan nilai tambah bila Anda mencantumkannya dalam resume. Paling tidak, Anda akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang pekerja yang berkualitas.

Beberapa jenis prestasi yang sangat mungkin dicantumkan dalam resume , antara lain adalah:

1. Pencapaian target.
Kumpulkan beberapa target tersukses yang pernah dibebankan oleh supervisor atau perusahaan kepada Anda. Akan sangat mudah mendefinisikannya bila proyek itu merupakan target pribadi. Namun bila hal tersebut merupakan proyek keroyokan, maka definisikan kontribusi Anda dalam pencapaian itu secara jelas.

2. Menepati tenggang waktu.
Boleh dikata, hampir semua industri-terutama industri media- harus berpacu dengan waktu. Oleh karena itu, jangan heran bila karyawan-karyawan yang mampu melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu cenderung lebih dihargai. Cantumkan hal ini dalam resume bila Anda termasuk salah satu orang yang disiplindan menghargai waktu.

3. Kemampuan multitasking.
Mungkin banyak karyawan yang bisa mengerjakan tugas dengan baik. Namun hanya segelintir yang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan kualitas yang tetap optimal. Jika Anda termasuk salah satunya biarkan hal tersebut muncul dalam resume.

4. Kemampuan dalam memecahkan masalah.
Dalam hidup-apalagi bisnis-pasti selalu saja ada masalah. Jika Anda pernah menangani masalah pelik dalam bisnis dengan baik, tak ada salahnya jika hal tersebut dikemukakan dalam resume. Tentu saja tak sembarang masalah bisa dipaparkan dalam resume. Pilih yang memang layak untuk dikemukakan.

Jika keempat hal ini ada pada diri Anda plus berkas sertifikat penghargaan sebagai buktinya, maka sudah sepantasnya Anda disebut sebagai karyawan yang berprestasi.

Info terkait : tips karir, lowongan pekerjaan, lowongan it

Thursday, January 26, 2012

Tips Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji

Dalam banyak kesempatan, kegagalan interview dipersepsikan karena berhubungan dengan permintaan gaji. Negosiasi gaji konon menjadi momok bagi banyak pencari kerja. Timbul banyak pertanyaan "bagaimana menjawab pertanyaan mengenai permintaan gaji".  Apakah sebegitu sulitnya?
Ya. Bagi beberapa orang. Alasannya adalah kalau menjawab kerendahan, dianggap murahan atau pasaran, dan bahkan takutnya kalau calon perusahaan mengambil keuntungan karena permintaan lebih rendah dari standard mereka. Kalau menjawab ketinggian, takutnya dianggap sombong atau malah takabur, terutama kalau ternyata standard calon perusahaan tidak setinggi yang kita inginkan.  Kalau menjawab 'sesuai standard'? Nanti bisa dianggap tidak punya prinsip, tidak memahami 'nilai' sendiri, atau bahkan sangat pasaran karena ribuan kandidat juga bisa menjawab yang sama.




So? Bagaimana menjawab dengan efektif?
Coba ikuti tips berikut!

Lakukan survey gaji sampai sejauh yang bisa Anda lakukan.
Cek ke teman atau teman dari teman yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis. Apabila Anda tidak bisa peroleh data tersebut, alternatif lainnya: pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan korporasinya tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis di perusahaan yang berbeda jenis atau skala. INGAT bahwa pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu mewakili nilai sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor: harga pekerjaannya, harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan tersebut, dan harga market.  Cari tahu juga apakah gaji tersebut adalah harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang jabatannya.

Tentukan BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) Anda.
Pertama, cek diri sendiri dahulu, apakah Anda pindah karena gaji, karir, ketenangan kerja, stabilitas, atau yang lainnya. Kalau Anda pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari gaji sekarang dengan hasil survey Anda.  Seandainya ternyata hasil survey Anda adalah standard di luar sana jauh lebih besar, say 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa langsung nembak. Dan hasil survey yang lebih bisa dipakai adalah harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya. INGAT satu aturan main: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan Anda termasuk dari seberapa tinggi gaji Anda sekarang. Jadi mereka bisa jadi melihat Anda sebagai seseorang yang coba 'untung-untungan' meminta gaji lebih. Efektifnya, adalah WIN-WIN. Anda bisa menembak nilai tengah dari range 10%-50%, atau sekitar 30%-35%. Inilah adalah tipikal cara Anda menentukan BATNA, tentukan harga yang hendak Anda minta, tentukan bottom line Anda apabila terjadi negosiasi, dan stick to it. Yang berarti Anda bisa dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak sesuai dengan permintaan Anda. CATAT, hanya apabila Anda maju dengan BATNA, pewawancara Anda akan melihat, mendengar, dan merasakan rasa percaya diri Anda!

Setelah BATNA Anda ditentukan, sampaikan pada saat interview.
Nah, ada sebuah tip bagus pada saat menjawab pertanyaan :"Berapa gaji yang Anda minta?" So simple, tapi tidak banyak yang tahu. You see, rahasianya bukan di angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda tersebut. Beginilah kalimat yang biasa saya ucapkan "Saya akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp.........  Akan tetapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat cv saya dan mempunyai gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standard perusahaan ini, jadi, saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan ke saya". Packaging ini menunjukkan citra profesional Anda, yang tahu nilai Anda, tapi tetap ingin bisa melihat dan merasakan apakah nilai Anda bisa sesuai dengan persepsi nilai perusahaan, baik terhadap pekerjaan yang Anda lamar maupun terhadap Anda sebagai kandidat pemegang jabatan tersebut.

PENTING: Apabila pertanyaan tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda! Yang bisa Anda lakukan adalah berucap seperti "Apabila Bapak/Ibu tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dahulu tentang peran dan tanggung jawab pekerjaan ini sebelum saya menjawab pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran utuhnya"

Tips lainnya? Tidak ada! That's it!

So, survey, tentukan BATNA, bungkus permintaan Anda dengan citra yang baik, dan tembak pada saat yang tepat!

GO AND GET IT!